Ia menegaskan perjuangan yang dibawa Aliansi Rakyat Kaltim lahir dari keresahan masyarakat, sehingga tidak bisa dihentikan hanya dengan transaksi politik atau iming-iming materi.
“Dan dari saya sendiri saya menolak untuk hal itu karena apa yang kita perjuangkan hari ini itu murni dari rakyat,” katanya.
Fathur Rahman: "Marwah Kaltim Tidak Bisa Dibeli dengan Uang"
Menurutnya, gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil di Kaltim tidak boleh kehilangan marwah hanya karena permainan uang di belakang layar.
“Maka kepercayaan yang harus kita jaga bukan masalah materi, bukan masalah uang,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Fathur melontarkan pesan kepada pihak-pihak yang mencoba mengintervensi gerakan rakyat di Bumi Etam.
“Harga diri kami enggak bisa dibayar dengan uang. Harga diri masyarakat tidak bisa dibayar dengan uang. Marwah Kaltim tidak boleh dinodai dengan uang,” tegasnya.
“Hari ini kami menjaga marwah Kaltim itu sendiri,” pungkasnya.
(wan)
- Hadir Sendiri di Diskusi Publik, Didik PDIP: Kalau di Luar Tidak Ada Dorongan, Nanti Tidak Ada Lagi yang Diperjuangkan
- 'Bagi Kami Ini Bukan Hal Baru': Dua Mahasiswa Papua di Unmul Bicara Luka Tanah Adat usai Nobar Film Pesta Babi
- 'Nanti Kentut Pun Konsultasi ke Kemendagri?', Kata Castro Sindir DPRD Kaltim soal Hak Angket
Tag




