Arus Publik

Jejak Pernyataan Efisiensi Rudy Mas’ud Sepanjang 2025, Dari Maret hingga Desember

Sabtu, 28 Februari 2026 22:6

Wawancara Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Sejak Maret hingga Desember 2025, laman resmi Pemprov Kalimantan Timur mencatat sedikitnya belasan pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud terkait efisiensi anggaran.

Dalam berbagai Morning Briefing, dialog publik, hingga forum nasional, Rudy Mas’ud berulang kali mengingatkan kepala-kepala dinas agar tidak memaksakan belanja dan memastikan setiap rupiah APBD benar-benar kembali untuk rakyat.

Redaksi Arusbawah.co kemudian menghimpun rilis yang tayang sepanjang 2025 dari website pemberitaan resmi Pemprov Kaltim.

Hampir di setiap agenda, isu efisiensi selalu muncul.

Mulai dari ruang rapat internal di Kantor Gubernur, forum dialog publik, sampai kegiatan di luar daerah.

Awal Penegasan Efisiensi di Rakor Maret 2025

Pernyataan awal disampaikan Rudy saat Rapat Koordinasi pemanfaatan anggaran efisiensi 2025 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 12 Maret 2025.

Di Rakor itu ia menegaskan efisiensi bukan sekadar memangkas anggaran.

Efisiensi anggaran bukan sekadar menghemat, tapi bagaimana kita bisa mengalokasikan dana secara optimal untuk program yang benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan daerah,” ujarnya.

Penguatan Pesan Efisiensi dalam Briefing dan Forum Publik

Kemudian pada, 17 Juni 2025, dalam briefing rutin mingguan di tempat yang sama, Rudy kembali mengingatkan agar belanja dilakukan sesuai kebutuhan.

Ia meminta seluruh kepala OPD bekerja profesional dan bertanggung jawab.

“Setiap rupiah duit rakyat ini betul-betul harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Morning Briefing 11 Agustus 2025: Tunda Kegiatan Tidak Mendesak

Selain itu pada, 11 Agustus 2025, saat Morning Briefing bertema Menuju Generasi Emas, Rudy Mas’ud meminta kepada seluruh OPD untuk Kegiatan yang tidak mendesak diminta ditunda.

“Ditengah kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, utamakan kegiatan prioritas. Yang tidak mendesak tunda dulu,” ucapnya.

 

Dialog Publik 22 September 2025: Wacana Pemotongan TKD

Memasuki September, isu efisiensi terus muncul dengan adanya wacana pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

Dalam dialog publik Forum Rakyat Kaltim Bersatu di Ruang Tepian I, 22 September 2025, Rudy Mas’ud menegaskan pemotongan TKD jangan sampai mengorbankan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

"Pemangkasan dan efisiensi anggaran tahun depan jangan sampai kontribusi besar daerah ini tidak sebanding dengan manfaat yang kembali ke masyarakat," katanya.

Oktober 2025: Efisiensi dan Perjuangan Anggaran Kaltim

Awal Oktober, 6 Oktober 2025, dalam Morning Briefing di Inspektorat Daerah Kaltim, ia meminta seluruh OPD bekerja jenius, tidak cukup hanya bekerja cerdas menghadapi situasi efisiensi dari pemerintah pusat.

"Menghadapi berbagai situasi saat ini, adanya adanya efisiensi anggaran semua OPD harus bekerja jenius, tidak cukup hanya bekerja cerdas," tegasnya.

Rencana Pertemuan dengan Menteri Keuangan

Sehari setelahnya, 7 Oktober 2025, Rudy menyatakan akan bertemu Menteri Keuangan untuk memperjuangkan anggaran pembangunan Kaltim, terutama sebagai daerah penghasil migas dan batu bara ditengah efisiensi oleh pemerintah pusat.

"Besok saya akan bertemu Menteri Keuangan. Kita akan berjuang untuk anggaran pembangunan Kaltim, terutama sebagai daerah penghasil migas dan batu bara," ujarnya.

Dampak Pemotongan TKD hingga 73 Persen

Pernyataan paling tegas soal dampak pemotongan anggaran disampaikan Rudy Mas’ud saat peninjauan jalur Sotek–Bongan pada Jumat 17 Oktober 2025.

Kata Rudy, pemotongan dana transfer ke daerah untuk Kaltim diperkirakan bisa mencapai 73 persen.

“Dampak Efisiensi anggaran ini pasti terasa ke pembangunan infrastruktur fisik, tapi pelayanan publik tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Efisiensi Kegiatan di Luar Kantor Termasuk di Hotel

Efisiensi anggaran juga kata Rudy Mas’ud diterapkan dalam kegiatan pemerintahan sehari-hari.

Usai menerima Menteri ATR/BPN di Kantor Gubernur Kaltim pada 24 Oktober 2025, Rudy menyebut Pemprov Kaltim hampir tidak lagi menggelar kegiatan di luar kantor.

"Di tengah Efisiensi, Kalau di Kaltim, saudara-saudara bisa lihat sendiri bahwa Pemprov Kaltim hampir tidak pernah lagi melaksanakan kegiatan di luar kantor. Kami lebih banyak memanfaatkan fasilitas kantor sendiri," sebut Rudy Mas’ud.

Penegasan Saat Dikukuhkan sebagai Ketua APPSI

Lalu, pada 11 November 2025, saat dikukuhkan sebagai Ketua APPSI masa bakti 2025–2029 di Ibu Kota Nusantara, Rudy Mas’ud kembali menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan penguatan manajemen pemerintahan agar pelayanan publik tetap efektif.

“Pemprov Kaltim akan mengatur strategi ulang agar keuangan yang terbatas, namun mampu melaksanakan pelayanan publik. Dengan kemampuan yang dimiliki tetap memberikan manfaat besar bagi rakyat," kata Rudy Mas’ud.

Akhir Tahun 2025: Jangan Parkir APBD

Menjelang akhir tahun, 22 Desember 2025, ia kembali mengingatkan agar belanja tidak dipaksakan dan APBD tidak diparkir.

“Satu rupiah pun harus memberi manfaat bagi rakyat,” demikian Rudy Mas’ud.

(wan)

 

Tag

MORE