Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bilang mobilnya ada di Jakarta
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyebut harusnya dipakai di Kaltim
Sekda Sri Wahyuni justru sebut kendaraan itu untuk gubernur bisa menembus medan berat, bahkan masuk hutan Kaltim
ARUSBAWAH.CO - Tiga pernyataan berbeda antara Gubernur, Ketua DPRD, dan Sekretaris Daerah saat menjawab soal pengadaan mobil dinas pimpinan daerah yang disebut-sebut mencapai Rp8,5 miliar menuai kritik.
Perbedaan pernyataan itu membuat publik pun bertanya-tanya: sebenarnya pernyataan mana yang bisa dianggap valid?
Buyung Marajo: “Tiga-tiganya Berbohong”
Kritik pertama datang dari Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) 30 Buyung Marajo.
Ia sampaikan pandangannya saat dihubungi redaksi Arusbawah.co melalui telepon, Rabu (25/2/2026).
Buyung Marajo menilai perbedaan pernyataan tersebut sebagai bentuk ketidakjujuran kepada publik.
Ia menyebut ketiga pejabat itu sama-sama berbohong karena tidak satu suara dalam menjelaskan kebijakan yang menggunakan uang rakyat.
“Tiga-tiganya ini berbohong, karena apa? Enggak kompak. Udah bohong enggak kompak gitu. Artinya yang mereka bohongin itu 3,7 juta penduduk Kalimantan Timur,” kata Buyung.
Menurutnya, sangat disayangkan perbedaan narasi itu terjadi di bulan Ramadan.
Buyung kemudian menyinggung kondisi keuangan daerah, khususnya bantuan keuangan (Bankeu) ke 10 kabupaten/kota yang disebutnya banyak mengalami penurunan.
Ia memaparkan, Paser turun dari Rp275 miliar pada 2025 menjadi Rp213 miliar pada 2026.
Ia memberi contoh, Samarinda dari Rp575 miliar menjadi Rp311 miliar.
Berau dari Rp337 miliar menjadi Rp222 miliar.
Balikpapan dari Rp188 miliar menjadi Rp139 miliar.
Bontang dari Rp226 miliar menjadi Rp88 miliar.
Kutai Barat dari Rp60 miliar menjadi Rp5 miliar.
Kutai Timur dari Rp60 miliar menjadi Rp27 miliar.
Tag



