Arus Publik

Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

Deretan Influencer dan Tokoh Politik Speak Up soal Mobil Dinas Rp8,5 Miliar di Kaltim

Ferry Irwandi: Kalau jalan jelek, diperbaiki, bukan beli mobil

Sabtu, 28 Februari 2026 19:47

SPEAK UP - Ferry Irwandi, Muhammad Sarmuji, dan DJ Donny buka suara soal mobil dinas Rp8,5 miliar Gubernur Kaltim (Kolase: Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar terus menuai sorotan.

Tak hanya menjadi perbincangan warganet, sejumlah influencer hingga tokoh politik nasional turut angkat suara dan mempertanyakan urgensi serta sensitivitas kebijakan mobil dinas Rp8,5 miliar tersebut di tengah isu efisiensi anggaran dan kondisi fiskal daerah.

Beragam pandangan dari influencer hingga tokoh politik pun bermunculan, mulai dari kritik bernada satire hingga desakan agar pemerintah pusat turun tangan mengevaluasi keputusan pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar tersebut.

Deretan Influencer dan Tokoh Politik yang Speak Up soal Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

1. Ferry Irwandi – “Kalau jalan jelek, diperbaiki, bukan beli mobil”

Influencer Ferry Irwandi melontarkan kritik terhadap kebijakan pembelian mobil dinas baru Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar.

Menurut Ferry, tidak ada aturan yang mewajibkan gubernur baru harus mengganti mobil dinas lama.

“Hal yang harusnya kita pertanyakan sekarang itu sebenarnya mekanismenya. Emang iya ganti gubernur itu harus ganti mobil dinas?” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Tiktok @irwandiferry.

Ia menegaskan bahwa mobil dinas bukanlah fasilitas pribadi, melainkan aset negara yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Mobil dinas itu bukan fasilitas pribadi. Itu kan aset negara sebagai pemerintahan,” tegasnya.

Ferry juga menyoroti alasan penggantian kendaraan yang dikaitkan dengan ‘marwah jabatan’ atau kondisi jalan yang dinilai kurang memadai.

Ia menilai alasan tersebut tidak masuk akal.

“Kalau jalannya jelek, ya jalannya diperbaiki, bukan mobilnya yang dibeli (dengan mahal),” katanya.

Ferry mengaku berbicara berdasarkan pengalamannya selama 10 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), ia merasa ada tanggung jawab moral ketika menggunakan kendaraan pelat merah.

“Gue pernah jadi PNS 10 tahun dan gue ngerasa ada beban kalau dikasih mobil pelat merah. Karena itu punya negara, bukan punya pribadi,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan kendaraan seperti Kijang, yang sempat disinggung oleh sang Gubernur, tak ada masalah dan dinilai sudah cukup untuk menunjang tugas kepala daerah tanpa terkesan bermewah-mewahan.

“Lebih make sense pakai Kijang. Itu aja udah oke,” ucapnya.

Meski mengkritik, Ferry menyatakan dirinya percaya setiap gubernur ingin bekerja maksimal.

Namun ia mengingatkan bahwa setiap fasilitas yang bersumber dari uang rakyat harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Karena ini fasilitas dari ruang rakyat, harusnya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

2. DJ Donny – Bandingkan dengan Mobil Dinas Presiden dan Wapres

Dalam pernyataannya, DJ Donny membandingkan kendaraan dinas pejabat pusat dengan harga yang jauh lebih rendah.

Ia menyebut Presiden RI menggunakan mobil dinas Maung buatan dalam negeri dengan kisaran harga Rp1,2 miliar, sementara Wakil Presiden menggunakan Toyota Innova sekitar Rp600 juta.

“Presiden kita aja pakainya Maung buatan dalam negeri, harganya 1,2 miliar. Wakpres kita aja pakainya Innova harga 600 juta. Masa iya gubernurnya pakai mobil dinas harga 8,5 miliar. Jangan dong,” ujarnya dalam unggahan video di Tiktok @dj_donny.

Ia menilai pembelian kendaraan dengan harga fantastis tersebut tidak sebanding jika dibandingkan dengan kendaraan dinas pejabat di tingkat nasional.

Di akhir pernyataannya, DJ Donny turut melontarkan kalimat singkat bernada satire, “Bismillah Komisaris”.

Tag

MORE