Sebab yang dipersoalkan bukan sekadar cc mesin, melainkan urgensi dan rasa keadilan.
Argumen Citra Daerah dan Respons Mahasiswa
Di hadapan mahasiswa, Rudy mencoba memindahkan sudut pandang diskusi.
Ia bicara tentang citra daerah.
“Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai mobil Kijang dek,” katanya, setengah berkelakar. Mahasiswa membalas dengan teriakan, “Siap, siap, siap Pak!”
Ia mengatakan bahwa mereka adalah tamu masyarakat Kalimantan Timur, dan selain itu juga menerima tamu dari kalangan global.
Karena itu, menurutnya, masyarakat Kaltim tidak boleh dipandang rendah seolah-olah daerah tersebut sangat miskin.
“Kita ini tamunya masyarakat Kalimantan Timur. Yang kedua, tamu kita adalah masyarakat global. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh,” ujarnya.
Baginya, kendaraan dinas bukan semata alat transportasi, tapi simbol representasi daerah.
Kepala daerah, menurut dia, harus tampil pantas ketika menerima tamu nasional dan internasional.
Mahasiswa yang hadir siang itu tak langsung membantah lagi.
Bagi Rudy, persoalannya adalah kesalahpahaman.
“Masa iya kepala daerahnya pakai mobil ala kadarnya. Jaga dong marwahnya Kaltim. Ini marwahnya masyarakat Kalimantan Timur,” demikian Rudy Mas’ud menutup pernyataanya.
(wan)
Tag




