ARUSBAWAH.CO - Kondisi penerangan jalan di Samarinda kembali menjadi perhatian setelah sejumlah ruas utama mengalami gangguan akibat pencurian aset publik.
DPRD Samarinda menilai situasi ini berdampak langsung pada keselamatan masyarakat, terutama saat aktivitas malam hari.
Gelapnya jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan dan tindak kejahatan.
Beberapa lokasi strategis bahkan dilaporkan berulang kali mengalami kejadian serupa.
Hal ini memicu sorotan terhadap sistem pengawasan infrastruktur yang dinilai belum optimal.
Sejumlah titik seperti Jalan Letjen Soeprapto, Jalan dr Soetomo, hingga Jalan Pahlawan kerap mengalami minim penerangan saat malam.
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus lebih waspada karena jarak pandang terbatas dan risiko kecelakaan meningkat.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa persoalan ini bukan hal baru.
Ia melihat adanya pola kejadian yang terus berulang, menandakan lemahnya sistem pengamanan terhadap fasilitas publik.
“Ini bukan kejadian pertama. Fasilitas publik terus jadi sasaran, dan masyarakat yang paling dirugikan,” ungkap Deni.
Tag



