Arus Publik

Tuk Ki Tak Ki Tuk Gratispol Pendidikan

Jakarta hingga Kaltim: Provinsi Mana Si Paling All Out soal Beasiswa Kuliah Sarjana?

Kalteng punya program 10 ribu kuliah gratis

Rabu, 12 November 2025 14:15

GRAFIS - Gratispol Pendidikan. Arusbawah.co bakal menyelenggarakan Diskusi bertema pendidikan. Gratispol Pendidikan yang merupakan program unggulan Rudy-Seno jadi pembahasan/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Beasiswa sarjana di Indonesia sudah jadi perhatian bagi beberapa pemerintah daerah di Indonesia, dibuktikan dengan dukungan anggaran (APBD). 

Terpantau, ada beberapa pemda di Indonesia yang secara khusus anggarkan APBD mereka untuk program pendidikan warga lokal di jenjang sarjana atau perguruan tinggi.

Dua daerah, Jakarta dan Kalimantan Timur (Kaltim) menonjol. 

Dua wilayah menonjol karena alokasi anggaran besar untuk pendidikan tinggi, mulai dari S1, S2, hingga S3, bahkan bagi mahasiswa yang menempuh studi di luar daerah maupun luar negeri.

Di Kaltim, program Gratispol Pendidikan menyalurkan total Rp206,9 miliar untuk ribuan mahasiswa, sedangkan di Jakarta, melalui program KJMU, anggaran mencapai Rp3,3 triliun untuk mendukung biaya kuliah dan kebutuhan studi mahasiswa.

Dengan besaran dukungan seperti ini, Jakarta dan Kaltim menjadi daerah paling “all out” soal beasiswa sarjana, memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya besar.

Redaksi Arusbawah.co bedah beberapa program-program bantuan pendidikan untuk warga lokal di beberapa pemda, yang terkhusus pada jenjang sarjana atau perguruan tinggi. 

Kalimantan Timur (Gratispol Pendidikan) 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan alokasi anggaran besar untuk enam program unggulan Gratispol pada tahun anggaran 2025. 

Total dana yang digelontorkan diperkirakan mencapai Rp680,4 miliar, seluruhnya bersumber dari APBD murni dan APBD Perubahan 2025.

Program Gratispol merupakan janji politik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji saat Pilgub 2024 lalu.

Enam program Gratispol tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, seragam sekolah, administrasi rumah, perjalanan religi, dan internet desa.

Rp206,9 Miliar untuk Gratispol Pendidikan

Sektor pendidikan mendapat alokasi Rp206,9 miliar dari APBD Perubahan 2025. 

Dana ini dialokasikan untuk berbagai jenis bantuan biaya kuliah hingga operasional program.

Rinciannya: 

Gratispol S-1 menyerap Rp150,9 miliar untuk 28.083 penerima. 

Gratispol S-2 dan S-3 dialokasikan Rp14,4 miliar bagi 2.860 mahasiswa. 

Untuk mahasiswa asal Kaltim yang kuliah di luar daerah, disiapkan Rp7,7 miliar untuk 657 penerima.

Selain itu, mahasiswa Kaltim yang kuliah di luar negeri mendapat Rp9,9 miliar untuk 89 penerima. 

Ada juga kategori Gratispol Khusus sebesar Rp21,4 miliar untuk 1.165 orang. 

Sedangkan biaya operasional tim Gratispol memakan Rp2,3 miliar untuk 25 orang.

Jika ditotal, kebutuhan riil dari semua kategori mencapai Rp206,9 miliar.

 

Maluku Utara (1000 Beasiswa) 

Di Maluku Utara, beasiswa jenjang sarjana juga diberlakukan pemda yang dipimpin oleh Gubernur Sherly Tjoanda. 

Di tahun 2025 melansir situs resmi Pemda Malut, dianggarkan beasiswa sebesar Rp 3 miliar. 

Nominal itu diplot untuk anggaran beasiswa S1-S2 bagi putra-putri daerah. 

Target penerimanya 1000 orang  yang tersebar untuk calon penerima beasiswa mahasiswa di 27 PT se Malut 

Rincian dari Rp 3 Miliar itu, yakni Rp 2 miliar untuk alokasi beasiswa S1, sementara sisanya Rp 1 Miliar untuk alokasi beasiswa jenjang S2. 

Kalimantan Tengah (Kalteng Maju) 

Di Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo membawa program 10 Ribu Kuliah Gratis, dengan tagline-nya Kalteng Maju. 

Progam bantuan pendidik ini memberikan kuota untuk 10.000 Mahasiswa di 32 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kalimantan Tengah

Pagu anggaran diplot Rp50 miliar untuk program kuliah gratis. 

Meski pun jumlahnya cukup besar, data terbaru yang didapatkan redaksi Arusbawah.co, dari total kuota 10 ribu, baru ada 3.060 penerima lolos verifikasi. 

Ini berarti, baru 30,6% penerima yang bisa tertampung. 

Adapun untuk pola penyaluran bantuan pendidikan, bantuan Kuliah Gratis disalurkan dengan metode transfer langsung ke Rekening PTN/PTS untuk keperluan studi penerima manfaat.

Banten (Satu Desa Satu Sarjana) 

Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan total anggaran sebesar Rp123,8 miliar untuk program bantuan keuangan desa pada tahun 2025, yang di dalamnya termasuk pembiayaan untuk program "Satu Desa Satu Sarjana". 

Dari anggaran itu, setiap desa di Banten (sebanyak 1.238 desa) disiapkan menerima bantuan keuangan sebesar Rp100 juta.

Lalu, anggaran Rp 100 juta ini kemudian diperuntukkan untuk berbagai kegiatan di desa. 

Salah satunya adalah untuk membiayai satu orang calon sarjana penggerak desa, dengan alokasi sekitar Rp20 juta per penerima manfaat (mahasiswa).

Kalimantan Selatan (Studi ke Singapura - Finlandia) 

Di Kalsel, melansir situs resmi Pemprov Kalsel, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan program beasiswa bagi siswa berprestasi, baik untuk kuliah di luar negeri maupun masuk perguruan tinggi lokal.

Pertama adalah kuota 100 siswa berprestasi untuk studi ke Singapura dan Finlandia. 

Untuk ini, Disdikbud Kalsel telah menjalin kerja sama dengan Binawan Singapura dan Finland University. 

Selain itu, ada pula program kerja sama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis spasial.

Teknisnya, perusahaan akan membantu pembiayaan, sementara Pemprov Kalsel melalui Disdikbud yang menyeleksi siswanya. 

Di program kedua ini, target penerima adalah 500 orang. 

DKI Jakarta (KJMU)

Provinsi dengan APBD terbesar se Indonesia ini, dikenal sudah memiliki program pendidikan berupa bantuan biaya pendidikan melalui KJP Plus dan KJMU. 

KJP Plus untuk SD/ SMP/SMA/sederajat 

KJMU (Karta Jakarta Mahasiswa Unggul) untuk level kuliah 

Besaran bantuan ini yakni Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester.

Dana yang diterima nantinya bisa digunakan mahasiswa untuk keperluan bayar UKT dan biaya pendukung personal.

Total anggaran keduanya untuk 2025 adalah Rp 3,3 Triliun

Jika dibandingkan dari beberapa provinsi yang anggarakan APBD untuk pembiayaan bantuan pendidikan jenjang sarjana, Kaltim menonjol dalam kuota dan jangkauan beasiswa S1, diikuti dukungan S2-S3 dan mahasiswa di luar daerah/luar negeri.

Jakarta memang unggul dari sisi nominal total anggaran, namun dana ini tersebar untuk semua jenjang pendidikan, bukan hanya sarjana.

Sementara untuk provinsi lain seperti Maluku Utara, Kalteng, Banten, dan Kalsel terlihat lebih terbatas baik dari segi kuota maupun nilai bantuan per mahasiswa.

(Data diolah oleh tim riset Arusbawah.co)

Diskusi Publik 

Sehubungan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Arusbawah.co, media online berbasis di Samarinda, Kaltim ini akan melaksanakan kegiatan berkaitan dengan pendidikan.

Agenda itu juga sebagai ucapan rasa syukur atas perjalanan empat tahun media online Arusbawah.co dalam menyajikan karya jurnalistik dan informasi publik mengedepankan data dan public interest.

Sebagai informasi, Arusbawah.co kini telah terverifikasi administrasi oleh Dewan Pers, dan dalam rangkaian perayaannya, akan menyelenggarakan kegiatan Syukuran, Pameran Karya Jurnalistik, serta Diskusi Publik bertema “Tuk Ki Tak Ki Tuk Gratispol Pendidikan, Supaya Baik Jalannya”.

Kegiatan ini, akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis 20 November 2025.

Dalam agenda diskusi, akan menghadirkan pemangku kepentingan, pihak Pemprov Kaltim, DPRD Kaltim, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Non-Governmental Organization, hingga pihak BEM Kampus.

(pra)

 

Tag

MORE