Arus Publik

IPW: Kalau Buoy Ilegal dan Ada Oknum Polisi, Propam Polda Kaltim Harus Turun

IPW Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum APH di Alur Sungai Mahakam

Kamis, 29 Januari 2026 9:27

Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso/IST

Dampak Tambatan Buoy terhadap Alur Sungai Mahakam

Selain itu, IPW menilai keberadaan tambatan buoy perlu diuji dampaknya terhadap alur Sungai Mahakam.

Jika terbukti mengganggu arus dan mempersempit jalur pelayaran hingga berkontribusi pada tabrakan, maka praktik pengelolaannya harus menjadi bagian dari penyelidikan.

“Kalau memang tambatan buoy ilegal itu jadi faktor yang mendorong kapal menabrak jembatan, ya itu harus didalami,” kata Sugeng.

Pemulihan Jembatan Mahulu Jadi Prioritas

Ia tegaskan prioritas utama dari seluruh proses penanganan kasus ini adalah pemulihan Jembatan Mahulu.

Menurut dia, jembatan tersebut merupakan fasilitas umum yang digunakan masyarakat luas dan dampak kerusakannya langsung dirasakan publik.

“Yang paling utama itu pemulihan jembatan. Itu fasilitas umum masyarakat, itu yang harus diutamakan,” ujarnya.

Polisi Masih Periksa Saksi

Sebelumnya juga Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasat Polairud Kompol Rachmad Aribowo menyatakan kepolisian masih memeriksa saksi-saksi terkait insiden tersebut.

“Kalau sekarang masih kami periksa dulu saksi-saksi,” kata Kompol Aribowo.

Saat ditanya wartawan soal dugaan keterlibatan personel Polairud dalam pengelolaan buoy ilegal, Aribowo mengaku belum menerima informasi tersebut.

Namun ia memastikan akan melakukan pendalaman internal.

“Saya akan cek dan dalami dulu. KalauP memang ada anggota saya terlibat, pasti akan saya tindak,” Demikian.

(wan)

 

Tag

MORE