Arus Publik

Jembatan Ditabrak

2025–2026: Jembatan Mahakam Lima Kali Ditabrak, Mayoritas Terjadi di Luar Jam Pengolongan

Senin, 26 Januari 2026 16:31

Potret 2 jembatan sering ditabrak Mahakam dan Mahulu/IST

ARUSBAWAH.COJembatan-jembatan di Kota Samarinda, seolah-olah tak henti-hentinya menerima petaka.

Struktur penghubung vital di atas Sungai Mahakam itu terus-menerus ditabrak kapal tongkang dan ponton.

Dalam kurun Februari 2025 hingga Januari 2026, tercatat setidaknya lima insiden tabrakan terjadi di bentang panjang 980 KM Sungai Mahakam.

Mayoritas dari semua penabarakan itu diketahui terjadi di luar jam pengolongan.

Padahal dalam ketentuan dan regulasi telah diatur jam pengolongam mulai dari pulul 06.00 pagi hingga 18.00 sore.

Jembatan Mahakam dan Mahakam Ulu (Mahulu) adalah dua infrastruktur penting sebagai sumber ekonomi kota Samarinda seolah menjadi sasaran empuk lalu lintas sungai yang tak pernah benar-benar dinilai tertib.

Setiap tabrakan kedua jembatan tersebut pasti meninggalkan jejak mulai dari beton atau dolphin yang tergores, fender pengaman hilang hingga pilar yang tenggelam ke dasar sungai Mahakam.

Tapi yang paling terasa justru pembiarannya, entah siapa yang harusnya bertanggungjawab atas insiden yang terus berulang.

Rentetan Penabrakan Jembatan Mahakam 2025-2026

Penabrakan Pertama: 16 Februari 2025

Peristiwa penabrakan pertama terjadi pada Minggu sore, 16 Februari 2025.

Sekitar pukul 15.50 Wita, tongkang Indosukses 28 yang ditarik tugboat MTS 28 menghantam safety fender pilar P2 dan P3 Jembatan Mahakam.

Tongkang bermuatan kayu diketahui milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra (PMTS) itu melaju dari Kutai Kartanegara menuju luar Kaltim.

Arus Sungai Mahakam saat itu sedang kuat sehingga kapal kesulitan bermanuver dan akhirnya menghantam pelindung jembatan.

Penabrakan itu membuat fender atau pengaman jembatan lepas dari dudukannya, jatuh, lalu tenggelam ke dasar sungai.

Sejak saat itu, pilar jembatan berdiri tanpa perlindungan tambahan.

PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra dalam pernyataan sikpanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPRD Kaltim beberapa waktu lalu, menyatakan perusahaannya siap bertanggung jawab.

Perusahaannya pada saat rapat itu menyatakan pekerjaan Perbaikan fender dilakukan pada tanggal 9 atau 10 Januari 2026.

Namun waktu berjalan hingga kini, perbaikan atau penggantian fender pun tak kunjung dimulai.

Tag

MORE