“Kampus sebagai pengguna bantuan ini juga mengalami kebingungan,” ucapnya.
Baginya, situasinya semakin kompleks.
Mahasiswa dihadapkan pada dua opsi yaitu, meminta refund setelah membayar atau menunggu pemerintah mencairkan dana langsung ke kampus.
Masalahnya menurut Fajar, publik terlanjur skeptis.
“Beneran enggak sih ini bakal cair? Itu pertanyaan yang muncul dan wajar karena siklus pencairan tidak tepat waktu.” tutur Fajar.
Meski begitu, kata Fajar masyarakat Kaltim tidak menolak program hebat Gratispol Pendidikan ini.
Ia hanya meminta Pemprov Kaltim memperbaiki manajemen, koordinasi, dan waktu pencairan agar tidak lagi memicu kegaduhan Masyarakat.
“Idealnya, anggaran harus sudah tersedia saat periode registrasi. Sekitar Juli atau Agustus. Itu lebih menenangkan publik,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah, kampus, dan masyarakat harus mengawal program Gratispol Pendidikan itu secara kolektif dan transparans.
“Ini investasi masa depan warga Bumi Etam. Kita harus mendukung, tapi juga mengawasi," pungkasnya.
(wan)
Tag



