Melalui pendekatan ini, para pelajar diarahkan untuk mengenali kemampuan pribadi, menilai kecenderungan minat, serta memahami berbagai jalur pendidikan yang dapat mereka pilih.
Kegiatan tersebut disusun dalam bentuk sesi konsultasi, pemetaan minat bakat, hingga penyusunan rencana jangka pendek dan jangka panjang mengenai masa depan pendidikan mereka.
Heri mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari pengamatannya terhadap kebutuhan remaja yang sering kebingungan menentukan langkah setelah lulus SMP.
“Kami ingin setiap anak mampu mengenal diri dan menentukan langkah dengan keyakinan penuh,” pungkasnya.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.
Ia menyebut bahwa pencapaian Heri bukan hanya membanggakan sekolah, tetapi juga bisa menjadi contoh nyata bagi guru lain dalam menghadirkan program bimbingan yang berdampak langsung pada perkembangan siswa.
Keberhasilan ini memberikan gambaran bahwa pendidik di Kota Bontang memiliki kapasitas besar dalam memperkuat mutu pendidikan, sekaligus mendorong budaya inovatif di lingkungan sekolah. (adv)
Tag



