Advertorial

Disdikbud Kota Bontang

Inovasi Kopi Manis Heri Siswoko Harumkan Pendidikan SMPN 1 Bontang di Panggung GTK 2025

Prestasi Guru SMPN 1 Bontang

Rabu, 19 November 2025 11:5

PRESTASI - Heri Siswoko, guru BK di SMPN 1 Bontang, berhasil membawa nama kota ke tingkat provinsi melalui ide kreatif "Kopi Manis"/ Foto: dok. populism dan pusaranmedia

ARUSBAWAH.CO - Heri Siswoko, yang sehari-hari bertugas sebagai guru BK di SMPN 1 Bontang, berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu pendidik yang membawa nama kota ke tingkat provinsi melalui ide kreatif yang ia gagas. 

Program tersebut diberi nama Konsultasi Peminatan Masa Depan Siswa atau Kopi Manis, sebuah pendekatan bimbingan yang ia rancang untuk membantu peserta didik mengenali potensi diri sekaligus menentukan arah pendidikan lanjutan secara lebih terstruktur. 

Dengan inovasi ini, Heri mampu meraih peringkat ketiga pada ajang Gebyar Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 tingkat Kalimantan Timur dalam kategori Guru Transformatif, sebuah pencapaian yang memperlihatkan kualitas pendidik dari Kota Bontang.

Atas pencapaian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, memberikan apresiasi dan menyatakan bahwa keberhasilan Heri menunjukkan tekad para pendidik di Bontang untuk terus berinovasi. 

Ia menegaskan bahwa guru yang mampu menghadirkan gagasan relevan sangat dibutuhkan dalam menghadapi kebutuhan generasi muda yang terus berubah. 

“Kita patut bangga karena inovasi ini menunjukkan komitmen guru dalam memberikan bimbingan yang mampu menuntun peserta didik menentukan arah masa depannya,” ucapnya.

Program Kopi Manis berfokus pada pendampingan intensif bagi siswa kelas 9 yang sedang memasuki fase penting dalam menentukan jenjang pendidikan berikutnya. 

Melalui pendekatan ini, para pelajar diarahkan untuk mengenali kemampuan pribadi, menilai kecenderungan minat, serta memahami berbagai jalur pendidikan yang dapat mereka pilih. 

Kegiatan tersebut disusun dalam bentuk sesi konsultasi, pemetaan minat bakat, hingga penyusunan rencana jangka pendek dan jangka panjang mengenai masa depan pendidikan mereka. 

Heri mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari pengamatannya terhadap kebutuhan remaja yang sering kebingungan menentukan langkah setelah lulus SMP. 

“Kami ingin setiap anak mampu mengenal diri dan menentukan langkah dengan keyakinan penuh,” pungkasnya.

Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. 

Ia menyebut bahwa pencapaian Heri bukan hanya membanggakan sekolah, tetapi juga bisa menjadi contoh nyata bagi guru lain dalam menghadirkan program bimbingan yang berdampak langsung pada perkembangan siswa. 

Keberhasilan ini memberikan gambaran bahwa pendidik di Kota Bontang memiliki kapasitas besar dalam memperkuat mutu pendidikan, sekaligus mendorong budaya inovatif di lingkungan sekolah. (adv)

Tag

MORE