Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti proyek renovasi Gedung DPRD Kaltim yang dinilai janggal.
Menurut mereka, nilai proyek tidak sesuai dengan hasil fisik di lapangan dan diduga hanya menjadi kedok untuk memperkaya pihak-pihak tertentu.
“Gedung direnovasi tapi kualitasnya jauh dari layak. Ini indikasi kuat adanya mark-up,” tambah Faisal.
Baca juga:
- Aksi Demo Mahasiswa di depan Kantor Gubernur Kaltim: Ungkap Inisial Terduga Pelaku Fee Proyek
- Syahariah Mas'ud Kritik Ketidakhadiran Rudy Mas'ud di Paripurna, Pokja 30: Kritik Juga Program yang Belum Berjalan
- Sosok Samping Rudy Mas'ud Sebut 'Tandai Tandai' saat Jurnalis Interview, Minta Wawancara Hanya Terkait Agenda
Inisial H Diduga Kuasai Arah Kebijakan Pemprov
Salah satu tuntutan yang paling disorot adalah peran seorang tokoh berinisial “H” yang diduga kuat memainkan peran kunci dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Kaltim, termasuk seleksi Direktur Utama Perusda milik pemerintah daerah.
Mahasiswa menilai, intervensi ini mencederai asas meritokrasi dan akuntabilitas birokrasi.
“Ini bentuk pembajakan kekuasaan yang tidak bisa ditolerir,” tegas pihak AMAK.
Tag



