Meski demikian, beberapa komoditas pangan masih memberikan andil besar terhadap kenaikan harga.
“Tomat menjadi komoditas utama penyumbang inflasi April 2026 dengan andil sebesar 0,10 persen,” ucapnya.
Selain tomat, semangka dan minyak goreng masing-masing memberi andil inflasi sebesar 0,05 persen.
Bawang merah serta biaya pemeliharaan atau servis kendaraan juga turut menyumbang kenaikan harga.
Menurut Mas’ud, kenaikan harga tomat dipengaruhi terbatasnya distribusi pasokan dari luar daerah.
“Sejumlah komoditas sayuran, terutama tomat, mengalami kenaikan harga yang signifikan akibat minimnya pasokan dari luar daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan menjadi penyumbang deflasi.
Daging ayam ras menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,12 persen, diikuti cabai rawit minus 0,10 persen dan emas perhiasan minus 0,07 persen.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,05 persen,” kata Mas’ud.
BPS Kaltim juga mencatat adanya perbedaan inflasi di sejumlah wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Timur.
Tag



