Arus Publik

Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan Adat yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam, WGII Ingatkan Krisis Biokultural

ILUSTRASI - Working Group ICCAs Indonesia (WGII) mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi ancaman hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga krisis biokultural yang dapat menghapus peradaban yang selama ratusan tahun menjadi dasar Masyarakat Adat dalam menjaga alam/ Pexels tomfisk

"Salah satu bentuk krisis biokultural hari ini adalah matinya regenerasi pengetahuan dari para tetua adat kepada generasi muda. Warisan biokultural bukan konsep abstrak. Kita perlu mengembalikan perspektif pengelolaan sumber daya alam berdasarkan praktik yang sudah lama hidup dalam keseharian masyarakat adat," ujarnya.

Lebih dari Satu Juta Hektare Wilayah Adat Sudah Didokumentasikan

Menjelang penyelenggaraan CBD COP17, dunia tengah berupaya menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati pada 2030.

Di Indonesia, Working Group ICCAs Indonesia mencatat lebih dari satu juta hektare wilayah ICCAs (Indigenous Peoples and Local Community Conserved Territories and Areas) telah didokumentasikan sebagai kawasan yang dikelola masyarakat adat dan komunitas lokal melalui kearifan lokal serta pengetahuan tradisional.

WGII menilai keberhasilan menjaga keanekaragaman hayati tidak cukup hanya melindungi spesies maupun kawasan konservasi.

Lebih dari itu, pengetahuan, bahasa, ritual, dan praktik adat yang hidup berdampingan dengan alam juga harus tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebab, ketika pengetahuan yang telah bertahan selama ratusan tahun itu terputus, yang hilang bukan hanya identitas budaya masyarakat adat, melainkan juga cara manusia memahami, merawat, dan hidup berdampingan dengan alam. (pra)

 

Tag

MORE