Bantahan Soal Kelalaian Kontrol
Rafita juga memberikan klarifikasi terkait narasi yang sempat dilemparkan pihak legislatif bahwa dirinya tidak datang kontrol pada tanggal 16 Maret.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di rumah sakit pada hari Selasa (17 Maret) adalah berdasarkan instruksi lisan dari perawat sebelum pulang pertama kali.
"Saya berpatokan pada kata perawat, katanya kembali hari Selasa. Saat saya bawa hari Selasa itu, memang tidak ada dokter bedah plastik, tapi saya minta dokter lain saja yang penting tangan anak saya dilihat karena sudah bau busuk. Tapi saat itu perawat hanya membersihkan luka, pasang kasa baru, dan suruh simpan surat kontrolnya tanpa jadwal jelas lagi," tuturnya.
Kondisi Terkini dan Harapan Keluarga
Pasca-operasi, bayi tersebut telah diperbolehkan pulang pada Senin pagi (13/4/2026). Meski demikian, Rafita menyebut kondisi anaknya belum bisa dikatakan pulih sepenuhnya.
Luka di bagian paha bekas pengambilan kulit masih terlihat belum menyatu sempurna dan masih meninggalkan bekas jahitan.
Keluarga kini harus melakukan perawatan mandiri di rumah dengan obat salep dan parasetamol, sembari menunggu jadwal kontrol lanjutan pada Kamis mendatang.
Rafita berharap pihak rumah sakit memberikan tanggung jawab yang tulus dan memastikan pemulihan anaknya berjalan hingga tuntas tanpa ada intimidasi psikologis.
"Harapan saya anak saya bisa sembuh total dan tangannya kembali seperti semula. Saya hanya ingin yang terbaik untuk anak saya setelah semua proses yang menyakitkan ini," pungkasnya. (son)
Tag




