Arus Publik

Ibu Bayi Ungkap Perubahan Keputusan Dokter di Rumah Sakit Pemerintah yang Bikin Kaget, Ceritanya....

Selasa, 14 April 2026 21:56

Ibu korban bayi nekrosis tangan di RSUD AWS Samarinda saat menjalani wawancara terkait proses penanganan medis anaknya

ARUSBAWAH.CO -  Penanganan medis terhadap bayi yang diduga mengalami nekrosis atau kematian jaringan tangan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda memasuki tahap operasi. 

Rafita, ibu kandung korban, mengungkapkan bahwa anaknya telah menjalani prosedur operasi skin graft atau tanam kulit untuk menyelamatkan tangan kanan sang bayi yang membusuk pasca-tindakan medis awal Maret lalu.

Dalam wawancara pada Selasa (14/4/2026), Rafita membeberkan kronologi penanganan lanjutan sejak anaknya dijemput kembali oleh ambulans rumah sakit pada 31 Maret 2026. 

Setibanya di rumah sakit, bayi tersebut langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan pemeriksaan intensif.

Ungkap Trauma Masa Lalu

Rafita menceritakan sempat terjadi ketegangan saat pihak medis menyarankan agar bayinya diobservasi di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) pada rumah sakit pelat merah milik pemerintah tersebut. 

Hal ini dikarenakan kadar garam dalam tubuh pasien dilaporkan terlalu tinggi dan adanya peningkatan sel darah putih yang diduga akibat infeksi berat pada luka di tangan.

Namun, Rafita secara tegas menolak saran tersebut. 

Penolakan ini didasari oleh trauma mendalam yang dialami keluarga pada tahun 2023. 

"Saya ada trauma di ruangan itu. Kemarin anak saya nomor empat meninggal dunia di ruangan yang sama. Jadi saya minta di ruangan biasa saja (Ruang Melati), supaya saya bisa pantau terus perkembangannya," ungkap Rafita. 

Setelah melalui negosiasi, pihak rumah sakit akhirnya menyetujui pasien dirawat di Ruang Melati untuk observasi.

Pengakuan Ibu Bayi 

Satu hal yang menjadi sorotan dalam proses ini adalah inkonsistensi jadwal tindakan bedah yang berubah dalam hitungan jam. 

Tag

MORE