Setelah itu, posisi berikutnya ditempati oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.
Data tersebut menjadi dasar penting dalam memetakan arah hilirisasi ke depan, terutama karena setiap daerah memiliki perajin gula merah dan produk turunan lainnya.
Sinergi Perkuat Hulu untuk Hilirisasi Aren
Disbun Kaltim juga telah menggelar rapat bersama pemerintah daerah, akademisi, serta pelaku usaha perkebunan aren.
Pertemuan tersebut membahas kepastian produktivitas dan keberlanjutan hulu sebagai fondasi hilirisasi.
“Kami berharap semua pemangku kepentingan bisa bersinergi membangun ekosistem perbenihan yang kuat. Dengan begitu, hilirisasi aren bisa memberikan nilai tambah maksimal bagi komoditas lokal Kaltim,” ungkap Andi Siddik. (adv)
Tag



