Karena itu, berbagai spekulasi mengenai pasangan calon maupun konfigurasi koalisi menurutnya masih terlalu dini untuk dipastikan.
Seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan sangat dipengaruhi perkembangan politik beberapa tahun ke depan.
“Kalau masalah berbarengan nanti mengalir saja, kita komunikasi saja. Bagaimanapun juga ini masih lama,” katanya.
Helmi juga menilai setiap partai memiliki mekanisme serta aturan internal masing-masing dalam menentukan arah politik menjelang pemilihan kepala daerah.
Karena itu, seluruh proses harus dihormati dan dijalani sesuai ketentuan organisasi.
“Saya kira semua partai politik tentu ada aturannya. Kita juga tentu mengikuti semuanya itu,” ujarnya.
Untuk diketahui, Partai Gerindra saat ini memiliki 9 kursi di DPRD Samarinda, sementara PDI Perjuangan menguasai 6 kursi.
Jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki sedikitnya 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara sah hasil Pemilu DPRD untuk dapat mengusung pasangan calon kepala daerah.
Dengan total 45 kursi DPRD Samarinda, ambang batas pencalonan tersebut setara dengan 9 kursi.
Sudah mengantongi modal 9 kursi, Gerindra menjadi salah satu partai yang dapat mengusung calon secara mandiri di Pilwali Samarinda.
Sebaliknya, PDI Perjuangan yang memiliki 6 kursi masih harus membangun koalisi untuk memenuhi syarat pencalonan kepala daerah.
Fokus Tingkatkan Elektabilitas
Alih-alih membicarakan koalisi maupun pasangan calon sejak dini, Helmi mengatakan dirinya lebih memilih fokus bekerja dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, langkah yang paling penting saat ini bukan membicarakan pasangan atau koalisi, melainkan menunjukkan kinerja kepada publik.
“Sekarang ini kita kerja saja dulu bagaimana meningkatkan elektabilitas terhadap masyarakat Kota Samarinda,” katanya.
Iswandi Kirim Sinyal Duet
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda, Iswandi, pada kesempatan yang sama melontarkan sinyal politik dengan tidak menutup kemungkinan berpasangan dengan Gerindra pada Pilwali Samarinda mendatang.
Iswandi mengatakan, partainya membuka ruang komunikasi dengan berbagai kekuatan politik, termasuk Partai Gerindra yang saat ini dipimpin Helmi Abdullah di tingkat kota.
Namun, ia menegaskan seluruh proses pencalonan masih jauh dan akan ditentukan melalui mekanisme partai.
"Politik itu dinamis. Kalau soal kolaborasi, kita siap saja. Sebagai kader partai saya siap ditugaskan di mana pun," kata Iswandi kepada wartawan usai acara diskusi publik "Memahami Trisakti Bung Karno dalam Pembangunan Kota Samarinda", Minggu (21/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat Iswandi ditanya mengenai kemungkinan duet PDI Perjuangan dan Gerindra pada Pilwali Samarinda.
Meski membuka peluang kerja sama politik, Iswandi mengingatkan bahwa pembicaraan mengenai pasangan calon masih terlalu dini.
"Belum ada pembicaraan. Masih lama. Biar orang lain saja yang menafsirkan. Kalau kita bicara terlalu dini, ya belum waktunya," ujarnya.
Ia juga menegaskan siap menerima penugasan apa pun dari partai, termasuk apabila mendapat mandat maju dalam kontestasi politik mendatang.
"Kalau saya sebagai kader partai ditugaskan oleh partai, saya siap apa pun itu. Jangankan jadi wali kota, jadi gubernur pun saya siap kalau memang ditugaskan," kata Ketua Komisi II DPRD Samarinda ini.
Saat ditanya kemungkinan dipasangkan dengan Helmi Abdullah, baik sebagai calon wali kota maupun calon wakil wali kota, Iswandi memilih tidak berspekulasi.
Tag



