ARUSBAWAH.CO - Peta politik menuju Pilwali Samarinda 2031 perlahan mulai bergerak.
Meski pesta demokrasi itu masih sekitar lima tahun lagi, komunikasi lintas partai politik perlahan mulai menghangat.
Salah satu sinyal menarik datang dari Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda sekaligus Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah.
Helmi Abdullah sendiri sebelumnya telah menerima dukungan resmi dari DPC Partai Gerindra Samarinda untuk maju pada Pilwali Samarinda 2031.
Deklarasi dukungan itu disampaikan pada 5 Juni 2026 lalu.
Saat diskusi publik bertajuk "Memahami Trisakti Bung Karno dalam Pembangunan Kota Samarinda" yang digelar DPC PDI Perjuangan Samarinda, Helmi merespons kemungkinan "perjodohan" antara Gerindra dan PDIP pada Pilwali Samarinda mendatang.
Pernyataan itu muncul setelah Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda, Iswandi, lebih dulu memberi sinyal ketertarikan untuk berkolaborasi dengan Gerindra dalam kontestasi politik mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Helmi tidak menutup pintu.
Ia menegaskan dalam politik, komunikasi harus selalu dibangun dan tidak boleh ada sikap menutup diri terhadap pihak manapun.
“Kalau di politik ini kan dinamika politik itu kita enggak boleh tertutup. Siapa pun yang satu frekuensi, satu tujuan, ya kenapa tidak,” kata Helmi, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, seluruh kemungkinan politik masih sangat terbuka karena proses menuju Pilwali 2031 masih panjang.
Karena itu, yang terpenting saat ini adalah membangun komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen politik di Samarinda.
“Namanya politik ini semua bagaimana nanti membangun komunikasinya. Kita mengalir saja. Bangun komunikasi,” ujarnya.
Semua Partai Dianggap Teman
Helmi menilai pembangunan Kota Samarinda tidak bisa dilakukan hanya oleh satu kelompok atau satu partai politik.
Diperlukan kerja sama yang luas, termasuk melibatkan seluruh partai politik yang memiliki peran strategis dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, seluruh partai merupakan mitra yang harus dirangkul untuk bersama-sama membangun daerah.
“Bagaimanapun untuk membangun Kota Samarinda ini enggak bisa sendirian. Harus bersama-sama,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa partai politik memiliki posisi penting dalam proses pencalonan kepala daerah.
Karena itu, menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh partai menjadi hal yang wajar dilakukan.
“Artinya bagi saya semua elemen, termasuk semua partai politik, itu sudah teman semua,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan politik yang lebih cair dibandingkan sekadar membangun sekat-sekat koalisi sejak dini.
Helmi memilih membiarkan proses politik berkembang secara alami sembari terus membuka ruang komunikasi.
Koalisi Tunggu Arahan DPD dan DPP
Meski membuka peluang kerja sama dengan partai mana pun, Helmi menegaskan keputusan soal koalisi tidak bisa ditentukan secara pribadi maupun di tingkat kota semata.
Sebagai kader partai, ia tetap harus menunggu arahan dari struktur partai yang lebih tinggi.
“Mengingat waktu pilkada masih lama, tentu komunikasi kepada semua partai politik selalu dibangun,” ujarnya.
“Berkenaan dengan koalisi tentu juga menunggu arahan dari DPD dan DPP Gerindra,” sambung Ketua DPRD Samarinda ini.
Tag



