“Sementara aman untuk mobil penumpang di bawah 8 ton. Kita tidak menyarankan mobil besar melintas sampai hasilnya keluar,” tegas Muhran.
Data Awal Jembatan Jadi Pembanding Uji Dinamik Terbaru
Di sisi lain, Konsultan Tenaga Ahli, Ahmad Aminullah, menjelaskan bahwa hasil uji dinamik tidak berdiri sendiri.
Data terbaru akan dibandingkan dengan data awal saat jembatan pertama kali dibangun.
Data pembanding tersebut tersimpan di Kementerian PUPR.
“Datanya ada di Kementerian PUPR. Nanti dibandingkan terhadap frekuensi natural jembatan yang direkam lewat sensor accelerometer,” kata Ahmad.
Accelerometer merupakan sensor yang dipasang untuk merekam percepatan dan getaran struktur saat jembatan menerima beban.
Dari alat itu, tim bisa mengetahui apakah karakter getaran jembatan masih berada dalam rentang normal atau sudah mengalami perubahan signifikan.
Ahmad menyebut, perubahan data menjadi indikator penting tingkat keamanan struktur.
Jika perbedaannya masih di kisaran lima persen dari kondisi awal, jembatan dinilai masih dalam batas aman.
“Kalau hasilnya kurang lebih lima persen, berarti masih masuk dalam pengukuran aman,” ujarnya.
(wan)
- Penjelasan Perusda MBS soal Tak Beli Kapal Baru di Bisnis Penyediaan Kapal Tunda! Simak Tarif Satu Kali Pengolongan
- Harta Kekayaan Taufik Adityawarman Dirut PT Kilang Pertamina Internasional Naik Rp18 Miliar Sejak 2022, Terbaru Rp60,5 Miliar
- Pemprov Kaltim Minta Maaf Usai Prabowo Tegur Posisi Duduk Sultan Kutai Kartanegara di Acara Pertamina Balikpapan
Tag




