Arus Publik

Hasil Uji Beban Jembatan Mahulu Ditunggu, Kendaraan diatas 8 ton Tidak Boleh lewat Sementara

Sabtu, 17 Januari 2026 21:11

PUPR Kaltim uji beban di atas Jembatan Mahulu Pasca tabrakan Samarinda, Sabtu (17/1/2026)/HO to Arusbawah.co

Metode itu ia kata, digunakan untuk mendeteksi potensi retakan atau kerusakan mikro yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Menurutnya, kerusakan jenis ini kerap luput dari pengamatan visual, tetapi bisa berdampak besar terhadap kekuatan struktur jangka panjang.

Sementara itu, uji dinamik kata dia, dilakukan dengan mensimulasikan beban kejut.

Tim teknis menggunakan satu unit truk roda enam jenis Mitsubishi Canter tanpa muatan.

Truk tersebut dijalankan melintasi plat besi setinggi sekitar 20 sentimeter yang dipasang di atas permukaan aspal jembatan.

Hentakan yang dihasilkan menciptakan getaran mendadak, lalu direkam untuk dianalisis.

“Dari situ kita bisa lihat bagaimana respon getaran struktur jembatan terhadap beban,” jelas Muhran.

Hasil Uji Beban Jembatan Mahulu Baru Keluar Satu Minggu

Meski pengujian telah rampung, hasil analisis belum bisa diumumkan dalam waktu dekat.

Kata Muhran, butuh waktu sekitar satu minggu untuk mengolah dan membaca seluruh data teknis yang terkumpul.

“Kurang lebih satu minggu kita harapkan sudah bisa keluar untuk kita sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selama masa tunggu tersebut, Dinas PUPR-PERA Kaltim mengambil sikap konservatif.

Kendaraan dengan bobot di atas 8 ton diminta tidak melintas.

Pembatasan ini bersifat sementara, tetapi krusial untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Tag

MORE