ARUSBAWAH.CO – Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) tinggal menunggu hasil uji beban Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) oleh Pemprov melalui dinas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA).
Selama satu minggu ke depan, kendaraan berbobot diatas 8 ton diminta tidak melintas.
Kebijakan itu diambil menyusul dua kali insiden tabrakan kapal tongkang bermuatan batu bara ke pilar jembatan Mahulu dalam rentang waktu kurang dari sebulan.
Dua Kali Ditabrak Tongkang, Pemprov Kaltim Uji Kekuatan Jembatan Mahulu
Dinas PUPR-PERA Kaltim telah melakukan pengujian teknis pada Sabtu, (17/1/2026) siang.
Pengujian dilakukan melalui dua metode, yakni uji dinamik dan Non-Destructive Testing (NDT).
Hal itu untuk memastikan apakah struktur jembatan masih berada dalam batas aman pasca dua kali benturan keras.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhran, menyebut pengujian itu bukan sekadar formalitas teknis, tetapi menjadi dasar utama pengambilan keputusan keselamatan publik.
Terlebih, jembatan ini menjadi penghubung vital antara wilayah Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, dan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang.
“Pengujian ini dilakukan karena adanya insiden tabrakan kapal tongkang ke pilar Jembatan Mahulu sebanyak dua kali, pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026,” kata Muhran di lokasi pengujian.
Uji NDT dan Dinamik Jadi Penentu Kondisi Struktur Jembatan
Uji NDT dilakukan untuk membaca kondisi internal struktur beton dan baja jembatan.
Tag



