ARUSBAWAH.CO - Aji Muhammad Arifin, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, mendadak menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin, (12/1/2026) kemarin.
Perhatian itu karena posisi duduk sang sultan yang berada di barisan belakang, di balik para pejabat negara.
Momen itu terjadi sebelum Prabowo menyampaikan pidato kepresidenannya.
Prabowo Mengabsen Pejabat dan Kepala Daerah
Berdiri di podium utama, Prabowo membuka sambutan dengan lebih dulu menyapa dan mengabsen satu per satu pejabat yang hadir, mulai dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih hingga kepala daerah.
Absensi itu dilakukan sambil memastikan kehadiran para pemangku kepentingan dalam proyek strategis nasional bernilai sekitar Rp120 triliun tersebut.
Prabowo pertama kali mengabsen para menteri kabinet.
Setelah itu, ia menyebut nama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, disusul Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Kesamaan nama belakang Mas’ud membuat Prabowo berhenti sejenak dan melontarkan candaan yang langsung memancing tawa serta tepuk tangan gemuruh peserta undangan.
“Yang saya hormati Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Oh tadi saudara Rudy adalah gubernur, saudara Rahmad adalah wali kota,” ujar Prabowo sambil tersenyum.
Prabowo lalu memastikan langsung kepada Rahmad Mas’ud yang berdiri di barisan depan.
Pertanyaan itu dijawab dengan anggukan kepala, sekaligus mengonfirmasi bahwa Rahmad memang kakak kandung dari Rudy Mas’ud.
Candaan Prabowo berlanjut.
“Ini saudara ini kakak adik? Oh kakak adik yah,” ucapnya, masih dengan nada ringan.
Ia kemudian menambahkan kalimat yang terdengar santai, namun menyimpan pesan normatif tentang legitimasi kekuasaan.
“Nggak apa-apa, yang penting dipilihnya bener,” katanya, disambut kembali tepuk tangan hadirin.
Tag



