ARUSBAWAH.CO - Nama Sarifah Suraidah, anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur (Kaltim) belakangan hari ini, turut jadi perhatian publik.
Diketahui, pada kunjungan rombongan Pemprov Kaltim ke Maroko, Afrika Utara pada 26 - 30 Agustus 2025 lalu, Sarifah Suraidah turut serta membersamai.
Foto-foto perjalanan itu sudah dipublikasikan lewat akun resmi Instagram Pemprov Kaltim.
Agenda kunjungan itu, di antaranya adalah mendampingi seorang hafidz asal Kaltim, Ahmad Fadil, yang menjadi wakil Indonesia dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) internasional di Maroko.
Selain itu juga ada audiensi dengan salah satu universitas di Maroko.
Konfirmasi yang dilakukan redaksi kepada pihak Pemprov, Sarifah Suraidah disampaikan berangkat dengan menggunakan dana pribadi.
"Hanya keikhlasan beliau mendampingi bapak gubernur," ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dasmiah saat dihubungi via sambungan Whatsapp beberapa waktu lalu.
Meski demikian, respon publik soal kepergian Sarifah Suraidah itu turut dipertanyakan.
Pokja 30, melalui koordinatornya, Buyung Marajo, menilai rawan potensi konflik kepentingan.
Menurutnya, kapasitas Sarifah Suraidah sebagai anggota DPR RI tidak memiliki relevansi dengan kegiatan MTQ internasional tersebut.
Apalagi, jika dilihat pada komisi yang dibidangi Sarifah Suraidah di DPR RI adalah Komisi Komisi VI, yang membidangi sektor perdagangan, BUMN, dan persaingan usaha.
Pertalian antara bidang Komisi VI dan kunjungan ke Maroko itu yang dinilai publik tak bersinggungan erat.
"Ini bisa menimbulkan kesan perjalanan keluarga dengan menggunakan fasilitas negara. Publik berhak tahu transparansi biaya yang dikeluarkan,” ujar Buyung Marajo.
Di Instagram, postingan Arusbawah.co soal ini juga mendapatkan banyak respon.
Sejak di-publish 5 hari lalu, unggahan terkait anggota DPR RI pergi ke Maroko itu sudah disukai 4.675 akun, 700 an komentar dan sekitar 2 ribu kali diposting ulang.




