Momentum ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata, termasuk dalam penguatan implementasi kurikulum baru yang mulai diterapkan di sejumlah sekolah.
Menurutnya, kebijakan pendidikan perlu diiringi dengan kesiapan di lapangan agar berjalan efektif.
Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada kondisi kesejahteraan guru yang dinilai masih memprihatinkan, khususnya bagi tenaga honorer di sekolah swasta.
Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat pendidik yang menerima penghasilan sekitar satu juta rupiah per bulan, jauh di bawah standar Upah Minimum Kota.
Situasi ini dinilai dapat memengaruhi kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa.
“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, misalnya melalui pemberian insentif, bantuan sosial, hingga jaminan kesehatan. Karena kesejahteraan guru ini akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik akan berdampak luas terhadap mutu pendidikan secara keseluruhan.
Guru yang mendapatkan dukungan memadai dinilai akan lebih fokus dalam menjalankan perannya di kelas.
Selain itu, ia juga menguraikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan.
Salah satunya adalah pemerataan fasilitas sekolah, terutama di wilayah pinggiran, agar tidak terjadi kesenjangan dengan sekolah di pusat kota.
Tag



