Dana tersebut diproyeksikan mendukung pengembangan strategis pendidikan tinggi secara nasional.
Selain itu, Unmul juga tengah menyiapkan hibah pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB) sebesar Rp550 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unmul pada 2026.
Dorongan untuk Riset dan Reputasi Global
Dalam kesempatan yang sama, Abdunnur menekankan bahwa selain pembangunan fisik, Unmul juga terus memperkuat riset dan kontribusi akademik.
Menurutnya, hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari kementerian maupun lembaga dalam dan luar negeri terus bertambah.
“Ini tentu juga kita memberikan apresiasi pada hari ini bagi para dosen, bagi para peneliti Unmul yang telah berdedikasi meningkatkan kontribusi dan peringkat penelitian, sehingga Unmul secara nasional berdasarkan webometrik berada di peringkat 29,” ujarnya.
Pencapaian itu diperkuat dengan prestasi membanggakan dari sejumlah dosen dan peneliti Unmul yang berhasil masuk dalam daftar The World Top 2% Scientist versi Stanford University pada rilis Agustus 2025.
“Ini tentu membanggakan bahwa peneliti Unmul mampu bersaing dan mempunyai impact 2% di dunia. Ini menjadi kebanggaan dan tentu ini salah satu arah menuju Unmul menuju World Class University,” tutur Abdunnur.
(wan/ sobiss)
Tag



