Advertorial

DPRD Samarinda

Guru Honorer Mau Dihapus 2027? DPRD Samarinda Sempat Khawatir, Ternyata Ini Penjelasannya

Selasa, 2 Juni 2026 10:24

ILUSTRASI - Ilustrasi anak sekolah dasar/ Pexels

ARUSBAWAH.CO -  Kabar soal tidak adanya lagi guru honorer pada 2027 sempat membuat banyak pihak cemas.

Di Kota Samarinda, kekhawatiran itu muncul karena kebutuhan tenaga pengajar dinilai masih jauh dari kata ideal, sementara setiap tahun ratusan guru harus meninggalkan ruang kelas karena pensiun atau meninggal dunia.

Bagi sekolah-sekolah yang selama ini masih mengandalkan tenaga honorer untuk menutup kekurangan guru, informasi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang akan mengajar jika rekrutmen guru honorer benar-benar dihentikan?

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengaku sempat memiliki kekhawatiran yang sama setelah terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026.

Ratusan Guru Keluar Setiap Tahun, Kebutuhan Pengganti Masih Tinggi

Menurut Puji, kondisi pendidikan di Samarinda masih menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan tenaga pengajar.

Setiap tahun, sekitar 150 hingga 200 guru pensiun maupun meninggal dunia.

Di sisi lain, pemerintah daerah tidak leluasa untuk mengangkat tenaga honorer baru sebagai pengganti.

“Pertanyaannya, siapa yang akan menggantikan jika tidak boleh lagi mengangkat guru honorer,” kata Puji.

Tag

MORE