Ronny menegaskan, Gratispol dan Jospol menjadi fondasi utama transformasi layanan kesehatan di Kaltim. Selain penguatan pembiayaan dan SDM, pemerintah juga menambah infrastruktur baru, termasuk dua rumah sakit di Samarinda dan Kutai Barat yang mulai dibangun pada 2026.
“Rumah sakit di Kutai Barat akan melayani warga Kutai Barat, Mahakam Ulu, hingga kawasan sekitar IKN. Dengan begitu, ketersediaan tempat tidur dan fasilitas kesehatan dapat meningkat,” tuturnya.
Saat ini rasio tempat tidur rumah sakit di Kaltim baru 1,76 per seribu penduduk, jauh di bawah target nasional 3 per seribu penduduk. Karena itu, pembangunan fasilitas kesehatan terus dipercepat.
Ia menutup penjelasan dengan menegaskan bahwa transformasi yang ditempuh melalui Gratispol dan Jospol adalah langkah penting menuju layanan kesehatan yang inklusif dan adil.
“Tujuan kami jelas: semua warga Kaltim harus mendapatkan pelayanan saat sakit, dan tidak boleh ada daerah yang kekurangan tenaga medis. Kesehatan adalah hak setiap orang,” pungkasnya.
(adv)
Tag



