Menurut Felisitas, pendidikan tinggi memang membutuhkan biaya operasional besar. Pemerintah sudah banyak membantu — mulai dari riset, beasiswa dosen, hingga peningkatan mutu kampus.
Namun semua dukungan tersebut bisa terganggu jika alur pendanaan Gratispol tidak tepat waktu.
“Jika dana cair tepat waktu, mahasiswa bisa fokus, tidak perlu bekerja sambil kuliah, dan prestasinya meningkat,” ujarnya.
Jika berjalan lancar, Gratispol justru bisa meningkatkan mutu lulusan, mendongkrak akreditasi universitas, dan memperluas akses pendidikan.
Unmul menegaskan dukungannya terhadap Gratispol, baik tahun ini maupun tahun depan. Namun kampus meminta beberapa hal penting, termasuk soal jadwal pencairan yang stabil dan pasti, koordinasi kuat antara pemerintah daerah, kementerian, dan kampus
Tanpa itu, risiko administratif seperti keterlambatan pelaporan PDDIKTI bisa menghambat masa depan ribuan mahasiswa.
“Ini bukan hanya soal keuangan. Ini menyangkut masa depan mahasiswa. Kami akan bersurat jika diperlukan,” tutupnya.
Daftar Kucuran Dana Gratispol untuk PTN Kaltim
- Universitas Mulawarman (Unmul): Rp22.454.300.000
- Politeknik Negeri Samarinda (Polnes): Rp6.382.100.000
- UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI): Rp4.898.600.000
- Institut Teknologi Kalimantan (ITK): Rp4.680.500.000
- Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda: Rp3.562.940.000
- Politeknik Negeri Balikpapan: Rp1.570.360.000
- Politeknik Pertanian Negeri Samarinda: Rp604.800.000
(adv)
Tag



