Rp231 Miliar untuk Gratispol Kesehatan
Program kedua terbesar adalah Gratispol Kesehatan dengan pagu Rp231 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk menanggung iuran BPJS Kesehatan kelas 3 bagi 491.691 jiwa kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).
Skema subsidi ini hanya berlaku untuk kelas 3, sementara peserta kelas 1 dan 2 tetap membayar mandiri.
Dari total Rp231 miliar, sebanyak Rp71 miliar berasal dari APBD murni dan Rp160 miliar dari APBD Perubahan 2025.
Rp65 Miliar untuk Gratispol Seragam Siswa Baru
Untuk mendukung siswa baru SMA, SMK, dan SLB tahun ajaran 2025, Pemprov mengalokasikan Rp65 miliar dari APBD.
Program ini menyasar 65 ribu siswa baru di 472 sekolah negeri dan swasta.
Masing-masing siswa akan menerima satu paket seragam sekolah berupa seragam putih abu, seragam pramuka, tas, sepatu, dan kaos kaki.
Rp 10 Miliar untuk Program Gratispol Biaya Administrasi Kepemilikan Rumah
Program Gratispol biaya administrasi kepemilikan rumah mendapat alokasi Rp10 miliar.
Anggaran ini dipakai untuk membebaskan biaya administrasi pembelian rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), seperti biaya notaris, BPHTB, hingga provisi bank.
Pemprov menargetkan 1.000 unit rumah tahun 2025 dengan plafon subsidi Rp10 juta per unit.
Namun, jika dibandingkan dengan data backlog perumahan di Kaltim yang mencapai 250 ribu unit, program ini baru menyasar 0,4% kebutuhan.




