Vonis Moral untuk Parlemen
Puncak dari pernyataan sikap pasca-diskusi itu terjadi ketika perwakilan mahasiswa menunjuk langsung jajaran kursi kosong yang berjajar melompong di atas panggung.
GMNI secara deklaratif mengubah fungsi kursi tak berpenghuni tersebut menjadi sebuah vonis moral yang sangat tajam bagi integritas parlemen.
"Dan mulai malam ini, kursi kosong yang kami tampilkan di hadapan publik bukan lagi sekadar simbol ketidakhadiran. Ia adalah simbol kepengecutan politik dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Demikian mungkin pernyataan sikap kami," ucap perwakilan GMNI, yang langsung ditutup dengan riuh seruan yel-yel "Merdeka!" serta teriakan hidup mahasiswa dan hidup rakyat Indonesia dari massa yang hadir.
Meski diwarnai rasa kecewa karena banyaknya ruang kosong di panggung, pembacaan sikap pasca-diskusi ini berlangsung dengan aman dan kondusif.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari keenam fraksi dewan yang mangkir mengenai alasan ketidakhadiran mereka. (son)
Tag




