ARUSBAWAH.CO - Forum dialog terbuka bertajuk "Kepung 7 Fraksi" yang digelar di Warkop Bagios pada Sabtu (16/5) malam berakhir dengan aksi pembacaan pernyataan sikap yang sangat keras.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Se-Kota Samarinda langsung menyatakan sikap secara terbuka tepat setelah seluruh rangkaian acara diskusi tersebut resmi ditutup oleh moderator.
Aksi pembacaan sikap di depan publik ini dipicu oleh pemandangan yang sangat kontras di atas panggung sepanjang acara berlangsung.
Dari total tujuh fraksi DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) yang diundang secara resmi oleh pihak panitia, hanya Didik Agung Eko Wahono dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) yang hadir secara fisik.
Sementara itu, enam fraksi lainnya kompak absen alias mangkir hingga jalannya forum dialog selesai bergulir.
Begitu sesi diskusi interaktif berakhir, jajaran pengurus dan anggota GMNI Se-Kota Samarinda langsung maju bersama-sama dan mengambil alih bagian depan panggung.
Di hadapan massa aksi, mahasiswa, serta para pengunjung warkop yang masih berkumpul di lokasi, mereka membacakan teks pernyataan sikap resmi sebagai respons langsung atas kosongnya kursi para wakil rakyat tersebut.
Kecam Krisis Keberanian Politik
Dalam pernyataan terbuka yang dibacakan secara lantang itu, GMNI Samarinda secara blak-blakan mengecam dan menyayangkan sikap mayoritas fraksi di DPRD Kaltim yang memilih untuk tidak memperlihatkan batang hidungnya.
Tag



