ARUSBAWAH.CO - Menjelang berakhirnya masa kerja sama pengelolaan Mal Lembuswana melalui skema Build, Operate and Transfer (BOT) pada 26 Juli 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan berbagai tahapan untuk menentukan arah baru pengelolaan salah satu ikon Kota Samarinda tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, mengatakan proses yang dijalankan pemerintah saat ini sudah berada pada jalur yang tepat.
Menurutnya, tahapan mulai dari penilaian aset, beauty contest calon investor, hingga penunjukan PT Kaltim Melati Bhakti Satya (PT KTMBS) sebagai pengelola masa transisi telah dipaparkan kepada Komisi II DPRD Kaltim.
"Untuk tata kelola saat ini sedang berjalan bersamaan, yakni proses penilaian aset, beauty contest sudah ada yang presentasi ke tim pemerintah, juga posisi PT KTMBS yang sudah ditunjuk di masa peralihan. Kami di Komisi II sudah mendapatkan penjelasan," ujar Firnadi kepada Arusbawah.co.
Ia berharap proses beauty contest dapat diikuti banyak peserta sehingga Pemprov Kaltim memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan mitra strategis yang memiliki visi sejalan untuk mengoptimalkan aset daerah tersebut.
"Harapannya beauty contest banyak yang ikut dan Pak Gubernur mendapatkan mitra yang sejalan dengan pandangan Pemprov dalam upaya optimalisasi aset ini," katanya.
Mal Lembuswana Bukan Sekadar Pusat Perbelanjaan

Firnadi menilai Mal Lembuswana memiliki nilai yang jauh melampaui fungsi sebagai pusat perbelanjaan.
Selama hampir tiga dekade, mal pertama di ibu kota Kalimantan Timur itu telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kota Samarinda sekaligus simbol awal modernisasi daerah.
Tag



