Selain itu, Armin membela tindakan tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Menurutnya, guru harus mengajarkan anak didik untuk bersyukur.
"Dapat bantuan ya wajar kalau berterima kasih," tambahnya.
Mengembalikan Marwah Pendidikan
Merespons argumen-argumen birokrasi tersebut, Castro sebelumnya sudah mengingatkan agar praktik mobilisasi ini segera dihentikan.
Ia menekankan bahwa fungsi utama lembaga pendidikan adalah menumbuhkan watak kritis pada anak didik, bukan justru menjadikan mereka sebagai alat peraga laporan capaian kerja pejabat.
"Tolong hentikanlah, tempatkan lembaga pendidikan pada tempatnya, pada fungsi yang sebenarnya. Bagaimana mendorong watak kritis dari anak-anak didik kita. Lembaga pendidikan itu mestinya tidak ditarik ke dalam urusan-urusan politik. Ini yang mesti kita clearkan," pungkas Castro.
Kini, publik tinggal menilai apakah fenomena ini murni bentuk edukasi budaya bersyukur sebagaimana diklaim pemerintah, atau justru merupakan desain sistematis yang menyandera independensi institusi pendidikan di Kalimantan Timur. (son)
Tag




