Salah satu poin paling krusial yang disoroti Castro adalah adanya dugaan penyanderaan birokrasi melalui relasi kuasa yang timpang.
Ia menggambarkan adanya tekanan struktural yang mengalir dari pucuk pimpinan hingga ke tingkat satuan pendidikan di lapangan.
“Ada semacam relasi kuasa yang menyandera; mulai dari gubernur ke kepala dinas, hingga kepala dinas ke kepala sekolah. Ini adalah mata rantai yang membuat sekolah-sekolah kita tersandera," ungkap Castro
Ia menilai pola video yang serupa di berbagai daerah di Kaltim memperkuat indikasi bahwa sekolah berada dalam tekanan struktural untuk menunjukkan loyalitas.
- Dianggap Dipaksakan, Video Terima Kasih Sekolah Dibela Disdikbud Kaltim: 'Biar Gubernur Tahu Laporannya, Juga Masyarakat Tahu Capaian Kami'
- Video Apresiasi Gratispol SMAN 1 Samarinda Picu Kontroversi, Warga Lokal Soroti Politisasi
- Ribuan Penjaga Rumah Ibadah se-Kaltim Dapat Bantuan, Pemprov Siapkan Rp28,8 Miliar hingga Desember
Jawaban Disdikbud: Akuntabilitas dan Karakter
Menanggapi berbagai macam kritik masyarakat di media sosial, Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, memberikan klarifikasi pada Kamis, 16 April 2026.
Armin tidak menampik adanya komunikasi dengan pihak sekolah, namun ia menegaskan tidak ada instruksi resmi yang mewajibkan pembuatan video tersebut.
Armin menjelaskan bahwa video tersebut harus dilihat sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik agar masyarakat dan Gubernur mengetahui bahwa program bantuan seragam (GratisPol) benar-benar tersalurkan.
"Masyarakat itu berhak tahu apa yang kami kerjakan. Apa capaian kami. Selama ini yang viral biasanya yang negatif saja, masa yang disampaikan ke masyarakat cuma yang buruk saja?" ujar Armin dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Tag



