Arus Publik

Ekti Imanuel Sebut Hambatan Lahan Tuntas, RSUD Provinsi di Bongan Ditarget Mulai Dibangun 2027

Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur Ekti Imanuel/ Arusbawah.co

Sementara RSUD Aji Muhammad Sulaiman sukses menyusun dokumen FS, Masterplan, dan DED sebagai dasar pengembangan rumah sakit penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di tengah berbagai capaian tersebut, RSUD Kutai Barat menjadi satu-satunya proyek yang belum dapat bergerak karena persoalan lahan.

Melayani Wilayah Barat yang Jauh dari Rumah Sakit Rujukan

Bagi Ekti Imanuel, pembangunan rumah sakit provinsi di Bongan bukan sekadar menambah fasilitas kesehatan baru.

Rumah sakit tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah barat Kalimantan Timur yang selama ini masih menghadapi kendala jarak.

Ekti Imanuel menjelaskan, sejumlah kecamatan di Kutai Barat justru lebih dekat menuju Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, dibanding ibu kota Kabupaten Kutai Barat sendiri.

Akibatnya, masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan.

"Karena Bongan merupakan kecamatan di Kabupaten Kutai Barat yang secara geografis lebih dekat ke Kutai Kartanegara. Bongan, Jempang, dan Siluq Ngurai lebih dekat ke Tenggarong. Kalau masyarakat harus kembali ke ibu kota Kutai Barat, jaraknya jauh," katanya.

Menurut dia, pertimbangan geografis itulah yang kemudian menjadi dasar pemerintah memilih Bongon sebagai lokasi pembangunan rumah sakit.

"Menurut pandangan Pak Gubernur dan pemerintah daerah, lebih baik rumah sakit dibangun di situ agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih mudah dijangkau," ujarnya.

Dengan rampungnya proses hibah lahan, harapan yang sempat tertunda kini mulai terbuka kembali.

Proyek yang selama 2025 bahkan belum mampu memulai tahap perencanaan itu kini bersiap memasuki pembangunan fisik pada 2027.

Bila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, rumah sakit tersebut diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan baru bagi masyarakat Kutai Barat dan kawasan sekitarnya, sekaligus mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan di wilayah barat Kalimantan Timur.

(sobizz/raf)

 

Tag

MORE