Namun, perubahan pola interaksi sosial serta meningkatnya perilaku seksual berisiko dinilai turut mendorong kenaikan kasus.
Ia menekankan pentingnya peran Dinkes untuk memperluas jangkauan penyuluhan, terutama di sekolah, kelompok pemuda, dan komunitas.
Edukasi, kata Fuad, juga membantu orang tua memahami potensi risiko yang dihadapi anak-anak sehingga dapat memberikan pengawasan yang lebih baik.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memperkuat upaya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, peningkatan akses layanan kesehatan, serta kampanye pencegahan yang terarah, khususnya di wilayah yang menunjukkan lonjakan kasus.
Fuad menambahkan bahwa penanganan HIV tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan ketenangan dan rasa aman masyarakat.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah, dinas kesehatan, dan warga dapat berjalan optimal sehingga penyebaran HIV dapat ditekan dan kekhawatiran publik berkurang.
(adv)
Tag



