Ia menuturkan bahwa pengembangan dilakukan sebagai respons terhadap ketidakseimbangan antara lulusan SMP dan kapasitas SMA/SMK Negeri yang ada di Balikpapan.
“Khusus di SMK Negeri 5 Balikpapan, kita siapkan pengembangan karena lahannya cukup luas. Jadi selain penambahan rombongan belajar (rombel), bisa juga kita pertimbangkan membangun sekolah baru,” terangnya.
Selain itu, rapat membahas persoalan utama berupa minimnya jumlah rombel yang memengaruhi proses penerimaan siswa baru tahun ajaran ini.
Dalam regulasi Kemendikbudristek, setiap rombel di SMA dan SMK dibatasi hingga 36 siswa per kelas untuk mendukung efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Kecenderungan siswa memilih sekolah unggulan juga menjadi faktor yang menyulitkan pemerataan siswa di seluruh sekolah yang ada. (adv)
Tag



