Advertorial

DPRD Kaltim Soroti Keterbatasan Kapasitas Sekolah Negeri di Balikpapan dalam SPMB 2025

Selasa, 10 Juni 2025 16:23

POTRET - Rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim serta kepala cabang wilayah Disdikbud se-Kaltim/ Foto: Humas DPRD Kaltim

ARUSBAWAH.CO - Rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Kalimantan Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim serta kepala cabang wilayah Disdikbud se-Kaltim berlangsung pada Selasa (10/6/2025).

Topik yang dibahas dalam pertemuan ini mencakup persiapan SPMB tahun ajaran 2025, dengan fokus pada persoalan daya tampung sekolah negeri di Balikpapan dan pemerataan pendidikan di Kalimantan Timur.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Baba, persiapan SPMB di berbagai wilayah Kaltim umumnya berjalan lancar, khususnya di luar Kota Balikpapan.

Meski demikian, Balikpapan masih menghadapi kendala utama terkait daya tampung sekolah negeri yang terbatas. 

“Di luar Balikpapan semua masih aman. Tapi untuk Balikpapan, kapasitas SMA dan SMK hanya bisa menampung sekitar 51 persen. Sisanya, sekitar 49 persen, tentu harus mengarah ke sekolah swasta,” ucap H Baba.

Upaya solusi yang diajukan pemerintah yaitu pembangunan satu SMA baru dan pengembangan fasilitas SMK Negeri 5 Balikpapan yang memiliki lahan seluas 16 hektare.

Ia menuturkan bahwa pengembangan dilakukan sebagai respons terhadap ketidakseimbangan antara lulusan SMP dan kapasitas SMA/SMK Negeri yang ada di Balikpapan. 

“Khusus di SMK Negeri 5 Balikpapan, kita siapkan pengembangan karena lahannya cukup luas. Jadi selain penambahan rombongan belajar (rombel), bisa juga kita pertimbangkan membangun sekolah baru,” terangnya.

Selain itu, rapat membahas persoalan utama berupa minimnya jumlah rombel yang memengaruhi proses penerimaan siswa baru tahun ajaran ini.

Dalam regulasi Kemendikbudristek, setiap rombel di SMA dan SMK dibatasi hingga 36 siswa per kelas untuk mendukung efektivitas kegiatan belajar mengajar.

Kecenderungan siswa memilih sekolah unggulan juga menjadi faktor yang menyulitkan pemerataan siswa di seluruh sekolah yang ada. (adv)

Tag

MORE