Abdul Rohim mengungkapkan bahwa sejauh ini kontribusi Varia Niaga terhadap PAD masih jauh di bawah ekspektasi.
Berdasarkan laporan yang diterima DPRD, perusahaan daerah tersebut hanya mampu menyumbang sekitar Rp500 juta.
“Varia Niaga menyumbang PAD sekitar Rp500 juta saat melapor ke kami. Angka itu masih jauh dari harapan kami,” ucap Rohim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian unit usaha di kawasan tersebut tidak dikelola langsung oleh BUMD, melainkan melibatkan pihak ketiga dalam bentuk kerja sama.
Dari skema tersebut, Varia Niaga disebut hanya memperoleh porsi kecil dari pendapatan yang dihasilkan.
“Ini sangat kecil. Mestinya bisa dikelola mandiri agar keuntungan yang didapat daerah bisa maksimal,” jelasnya.
Kondisi ini, menurutnya, berpotensi membuat pemasukan daerah tidak berkembang secara optimal karena sebagian besar keuntungan mengalir ke mitra pengelola.
Tag



