Salah satu perwakilan massa aksi lainnya, Tedy, kemudian meminta agar gubernur memberikan kesempatan kepada peserta aksi menyelesaikan pembicaraan sebelum menanggapi.
“Jadi yang namanya adab itu kan menyelesaikan orang bicara dulu. Bagaimana persoalan bisa selesai kalau sesuatu yang mau disampaikan itu belum tersampaikan," ujar Tedy.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam berdialog agar setiap pihak dapat menyampaikan pendapatnya secara utuh.
"Adab itu harus lebih penting. Makanya ada prinsip di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Jadi selesaikan mereka menyampaikan,” ujar Tedy.
Koordinator Aksi Akui Kecewa
Usai pertemuan, Koordinator Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, mengaku kecewa dengan hasil audiensi bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
Menurut Erly, gubernur tidak memberikan jawaban tegas terkait permintaan massa aksi agar menginstruksikan Fraksi Golkar DPRD Kaltim menyetujui hak angket.
“Nggak dijawab (tuntutan). Setuju dalam hak angket, tapi menginstruksikan Fraksi Golkar untuk hak angket, tidak,” ujar Erly usai pertemuan.
Ia menegaskan, massa aksi akan terus menggelar demonstrasi sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah dan DPRD Kaltim.
“Kita demo terus. Saya sudah dari awal mengatakan, kami tidak lelah karena kami mencintai Kalimantan Timur,” katanya.
Erly juga menyinggung sikap gubernur selama audiensi yang dinilainya tidak menghargai peserta aksi yang telah datang sejak pagi hari.
“Kecewa (dengan hasilnya). Kami demo mulai pagi, tapi ketemu dengan gubernur, adabnya tidak ada sama sekali. Mohon maaf, gayanya sombong sekali,” ucapnya.
Massa Kritik Sikap Gubernur saat Audiensi
Perwakilan massa aksi dari Ikatan Bubuhan Binian Banjar Kalimantan Timur (IBBB KT), Edna Luna, juga melontarkan kekecewaan yang sama terhadap sikap Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat audiensi berlangsung.
Menurut Edna, sikap gubernur selama dialog dinilai tidak menunjukkan penghormatan kepada peserta aksi yang hadir menyampaikan aspirasi.
“Cara duduk, cara bicara, cara menanggapi. Menurut saya luar biasa beliau itu setengah arogan,” kata Edna usai pertemuan.
Ia menilai jawaban yang disampaikan Rudy Mas’ud dalam pertemuan tersebut juga tidak memberikan kepastian terhadap tuntutan massa aksi.
Tag



