Arus Publik

Diskualifikasi Edi Damansyah oleh MK Dibahas Bareng Akademisi, Terungkap Pula soal Istrinya yang Urung Maju!

Selasa, 9 September 2025 22:5

SEMINAR - Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) gelar seminar sekaligus peluncuran buku berjudul “Jejak Edi Damansyah Dalam Politik Elektoral: Dipilih Mayoritas Rakyat Kukar, Dibatalkan MK” pada Selasa (9/9/2025)/ Foto: arusbawah.co

Castro menilai hal itu penting untuk menjaga demokrasi dari praktik politik dinasti.

“Waktu diwawancara, kami tanya, kenapa bukan istrinya yang maju? Pak Edi bilang, ini soal politik dinasti. Itu yang menurut saya penting. Karena kalau demokrasi masih bergantung pada politik dinasti, kita enggak akan dapat apa-apa,” ujar Castro.

Ia menyinggung berbagai riset yang mengaitkan politik dinasti dengan korupsi.

Salah satunya tesis Asyikurrahman dari London School of Economics.

“Dia bilang politik dinasti pasti erat kaitannya dengan korupsi. Gandhi juga politik dinasti, George Bush juga. Tapi dalam banyak riset, korelasinya jelas. Itu alasan kenapa sikap Edi yang menolak politik dinasti layak dicatat,” tambahnya.

Castro menilai, tanpa sikap tegas Edi dalam menolak politik dinasti, fungsi kontrol dalam pemerintahan akan lumpuh.

“Kalau pengawasnya masih keluarga sendiri, mana mungkin check and balances bisa jalan? Yang ada malah saling muji. Itu alasan kenapa isu politik dinasti ini relevan,” katanya.

 

Edi Damansyah Tegaskan Buku Murni Catatan Akademik

Edi Damansyah yang juga hadir dalam seminar ikut menyampaikan pandangannya.

Ia menegaskan bahwa buku itu murni sebagai catatan akademik, bukan untuk tujuan politik.

“Tadi dinamikanya sangat bagus, ada pro dan kontra. Tapi saya tegaskan, buku ini tidak ada tujuan lain. Hanya untuk memperkaya khasanah akademik dan ilmu pengetahuan,” kata Edi di hari yang sama.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa politik yang dialaminya di Kukar telah dituangkan secara garis besar dalam buku.

Harapannya, pengalaman tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan kebijakan pemilu kepala daerah ke depan.

“Semoga buku ini jadi tambahan referensi, terutama bagi adik-adik mahasiswa. Supaya ke depan tidak ada lagi anak bangsa yang mengalami situasi seperti yang kami hadapi di Kukar,” lanjutnya.

Tag

MORE