Ia menambahkan, saat ini Disbun masih mengacu pada RTRW 2016 sambil terus berkoordinasi memperbarui data.
Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, kata Asmirilda, menaruh perhatian besar pada data valid, mulai dari luas lahan, jumlah perusahaan besar swasta (PBS), hingga kontribusi kemitraan dengan 180 KTPA dan 48 PBS yang masih aktif.
Ketua FKPB, Yus Alwi Rahman, turut menekankan urgensi penerbitan buku berjudul “Empat Dekade Kelapa Sawit di Kalimantan Timur: Kisah Pertumbuhan dan Tantangan Berkelanjutan”.
Menurutnya, buku ini akan menjadi tonggak dokumentasi sejarah sawit di Kaltim.
“Hampir lima dekade sawit berkembang di Kaltim, tapi belum ada satu pun buku yang menggambarkannya secara sistematis. Buku ini hadir sebagai refleksi sejarah sekaligus panduan masa depan,” ungkapnya.
Buku tersebut akan disusun dengan gaya naratif dan analitis, menggabungkan catatan sejarah, data statistik, hingga testimoni para pelaku utama industri.
Tag



