Arus Publik

Sobizz BUMDes Bumi Etam Sejahtera

Desa Kaliorang Bersiap Jadi Sentra Tepung Pisang, BUMDes Bumi Etam Sejahtera Tunggu Realisasi Bantuan Kementerian

Harapan Besar dari Pembangunan Pabrik Tepung Pisang

Kamis, 28 Agustus 2025 12:12

FOTO BERSAMA - Muhammad Ali (tengah) Direktur BUMDes di Kaliorang. Warga Desa Kaliorang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur sedang menaruh harapan besar pada satu rencana besar dari pemerintah pusat/ HO to Arusbawah.co

Manfaat Pembangunan Pabrik Tepung Pisang

Bagi warga Kaliorang, pembangunan pabrik tepung ini dianggap bisa membawa manfaat ganda. 

Tidak hanya membuka peluang lapangan kerja baru, tapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani pisang.

“Kalau pabrik jadi, pisang yang biasanya hanya dijual mentah bisa langsung diserap. Jadi petani tidak pusing lagi mencari pembeli,” kata Ali.

BUMDes bahkan sudah mengajukan usulan agar proses pembangunan melibatkan tukang lokal. 

Walaupun kontraktor ditunjuk pusat, setidaknya masyarakat desa bisa turut bekerja di proyek itu.

“Usulan kami, tenaga tukang di desa dilibatkan. Kalau bisa, sebagian pekerjaan konstruksi di kerjakan BUMDes. Jadi tidak hanya bangun pabriknya, tapi warga juga merasakan manfaat sejak awal,” jelasnya.

Potensi Pasar Global Hingga Nestle

Yang membuat rencana ini semakin menarik adalah potensi pasar yang sudah terbuka lebar. 

BUMDes Bumi Etam Sejahtera sudah menjalin komunikasi dengan perwakilan Nestle Indonesia dari Eropa, tepatnya Belanda.

Perusahaan Nestle sendiri memiliki lini produk bubur pisang. 

Karena itu, tepung pisang dari Kaliorang dinilai punya peluang besar masuk ke rantai pasok global.

"Perwakilan Nestle ini kebetulan orang Indonesia, teman baik saya. Dia punya link ke Nestle, hubungan dengan produk bubur pisang Nestle. Dari komunikasi dengan beliau tentang pabrik tepung, dia sangat mendukung. Kemungkinan besar beberapa minggu kemudian dia datang ke Desa Kaliorang," ungkap Ali.

Jika benar terealisasi, Ali menyebut Desa Kaliorang bisa menjadi salah satu desa pertama di Indonesia yang produknya masuk ke jaringan perusahaan multinasional sebesar Nestle.

Kini, mereka menunggu kapan pembangunan pabrik tepung pisang dan rumah produksi ini benar-benar dimulai.

“Kalau soal bahan baku, jangan khawatir. Pisang di Kaliorang melimpah. Untuk memenuhi kebutuhan pabrik saja lebih dari cukup,” pungkas Ali. (sobizz)

Artikel ini merupakan bagian dari Program Bina UMKM, sebuah inisiatif kolaboratif lintas media yang digagas oleh Avnmedia.id, Hvsmedia.id, Arusbawah.co, dan Megapolitik.com. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui publikasi strategis yang mengangkat suara, potensi, dan cerita sukses pelaku UMKM serta bisnis menengah agar lebih dikenal luas oleh publik dan pemangku kepentingan.

Tag

MORE