Arus Publik

Sobizz BUMDes Bumi Etam Sejahtera

Desa Kaliorang Bersiap Jadi Sentra Tepung Pisang, BUMDes Bumi Etam Sejahtera Tunggu Realisasi Bantuan Kementerian

Harapan Besar dari Pembangunan Pabrik Tepung Pisang

Kamis, 28 Agustus 2025 12:12

FOTO BERSAMA - Muhammad Ali (tengah) Direktur BUMDes di Kaliorang. Warga Desa Kaliorang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur sedang menaruh harapan besar pada satu rencana besar dari pemerintah pusat/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Warga Desa Kaliorang di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur sedang menaruh harapan besar pada satu rencana besar dari pemerintah pusat.

Yakni pembangunan pabrik tepung pisang dan rumah produksi UMKM yang digagas Kementerian Transmigrasi dan lintas kementerian. 

Bagi masyarakat desa Kaliorang, kabar ini bukan sekadar proyek fisik biasa. 

Di baliknya, ada cita-cita besar agar desa kecil di pesisir Kalimantan Timur bisa naik kelas, dari sekadar penghasil pisang mentah menjadi sentra industri olahan pisang bernilai tinggi.

“Bila ini terbangun dengan baik, dampaknya sangat besar. Ibu-ibu bisa punya tambahan pekerjaan, petani pisang tidak lagi bingung menjual hasil panen, dan desa bisa punya produk andalan yang bisa bersaing sampai ke luar negeri,” kata Muhammad Ali, Direktur BUMDes Bumi Etam Sejahtera, ketika berbincang dengan wartawan Arusbawah.co melalui telpon pada, Rabu (27/8/2025).

Keberhasilan Produk Olahan Pisang Kalbana

Cerita ini bermula dari keberhasilan BUMDes mengembangkan produk keripik pisang merek “Kalbana” hingga tembus ke pasar internasional seperti Singapura, Finlandia, Belgia dan Amerika. 

Selain menembus pasar luar negeri, olahan pisang Kalbana juga berhasil meraih juara 1 kategori produk unggulan pada BUMDes expo 2024 lalu.

Produk sederhana itu lahir dari dapur-dapur warga desa, dan juga lolos uji izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal yang dikeluarkan Dinas Kesehatan.

Keberadaan pisang Kalbana membuat Kaliorang dikenal sebagai desa yang tidak hanya menghasilkan pisang, tapi juga bisa mengolahnya.

Dukungan Kementerian Transmigrasi

Dari sana, Kementerian Transmigrasi lalu menaruh perhatian lebih.

“Karena ikon Desa Kaliorang itu pisang, dan kita sudah punya produk olahan itu Kalbana, jadi pemerintah tunjuk Kaliorang untuk dibangunkan pabrik tepung pisang dan rumah produksi,” jelas Ali.

Ali sampaikan, di seluruh Kalimantan Timur, hanya segelintir desa yang masuk program ini. 

Kaliorang beruntung, karena selain punya produk UMKM yang sudah teruji, juga punya stok pisang melimpah hingga 15–20 ton setiap bulannya. 

"Sistem panen masyarakat Desa Kaliorang rata-rata 15 ton sampai 20 ton per bulan," ungkap Ali.

Jumlah yang cukup untuk memasok pabrik skala menengah tanpa harus mendatangkan bahan baku dari luar.

 

Proses Persiapan dan Tantangan Pembangunan

Meski desa Kaliorang sudah ditetapkan sebagai lokasi, hingga kini pabrik tepung pisang dan rumah produksi itu belum berdiri. 

Kata Ali, pihak kementerian baru sebatas melakukan survei, wawancara, dan pengukuran lahan. 

Bahkan, tanah seluas 500 meter persegi di belakang gudang BUMDes sudah dipatok titik koordinatnya.

“Belum ada pembangunan. Tapi sudah dilakukan pengukuran lokasi, desain konstruksinya masih di Jakarta, belum ada pembangunan. Cuman sudah dipatok, sudah ada titik patok bahwa yang akan dibangun seluas 500 m²," ujar Ali.

Menurutnya, belum ada kepastian bulan atau tanggal dimulainya pembangunan pabrik. 

Semua masih berbentuk rencana, pihak BUMDes dan masyarakat hanya bisa menunggu kabar dari pusat.

Tim Kementerian Transmigrasi bersama Direktur BUMDes Muhammad Ali melakukan survei, wawancara, dan pengukuran lahan Pembangunan Pabrik Tepung di Desa Kaliorang, Kutai Timu/HO to Arusbawah.co

 

Skema Bantuan dari Kementerian

Ali menyebut, skema bantuan ini bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan hibah fisik berupa fasilitas gedung hingga perlengkapan alat penunjang dapur produksi. 

Nantinya, Kementerian juga akan menunjuk distributor untuk memasok bahan pendukung seperti pupuk ke gudang BUMDes.

“Sepertinya bentuknya hibah. Jadi bukan uang. Kalau pupuk, itu usulan dari kami agar petani bisa lebih mudah. Nanti distribusinya lewat gudang BUMDes,” katanya.

Hal ini menurutnya, penting karena rantai distribusi bahan pendukung pertanian sering menjadi persoalan di desa. 

Dengan gudang BUMDes sebagai titik distribusi, biaya bisa ditekan, dan petani mendapat akses langsung.

 

Manfaat Pembangunan Pabrik Tepung Pisang

Bagi warga Kaliorang, pembangunan pabrik tepung ini dianggap bisa membawa manfaat ganda. 

Tidak hanya membuka peluang lapangan kerja baru, tapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani pisang.

“Kalau pabrik jadi, pisang yang biasanya hanya dijual mentah bisa langsung diserap. Jadi petani tidak pusing lagi mencari pembeli,” kata Ali.

BUMDes bahkan sudah mengajukan usulan agar proses pembangunan melibatkan tukang lokal. 

Walaupun kontraktor ditunjuk pusat, setidaknya masyarakat desa bisa turut bekerja di proyek itu.

“Usulan kami, tenaga tukang di desa dilibatkan. Kalau bisa, sebagian pekerjaan konstruksi di kerjakan BUMDes. Jadi tidak hanya bangun pabriknya, tapi warga juga merasakan manfaat sejak awal,” jelasnya.

Potensi Pasar Global Hingga Nestle

Yang membuat rencana ini semakin menarik adalah potensi pasar yang sudah terbuka lebar. 

BUMDes Bumi Etam Sejahtera sudah menjalin komunikasi dengan perwakilan Nestle Indonesia dari Eropa, tepatnya Belanda.

Perusahaan Nestle sendiri memiliki lini produk bubur pisang. 

Karena itu, tepung pisang dari Kaliorang dinilai punya peluang besar masuk ke rantai pasok global.

"Perwakilan Nestle ini kebetulan orang Indonesia, teman baik saya. Dia punya link ke Nestle, hubungan dengan produk bubur pisang Nestle. Dari komunikasi dengan beliau tentang pabrik tepung, dia sangat mendukung. Kemungkinan besar beberapa minggu kemudian dia datang ke Desa Kaliorang," ungkap Ali.

Jika benar terealisasi, Ali menyebut Desa Kaliorang bisa menjadi salah satu desa pertama di Indonesia yang produknya masuk ke jaringan perusahaan multinasional sebesar Nestle.

Kini, mereka menunggu kapan pembangunan pabrik tepung pisang dan rumah produksi ini benar-benar dimulai.

“Kalau soal bahan baku, jangan khawatir. Pisang di Kaliorang melimpah. Untuk memenuhi kebutuhan pabrik saja lebih dari cukup,” pungkas Ali. (sobizz)

Artikel ini merupakan bagian dari Program Bina UMKM, sebuah inisiatif kolaboratif lintas media yang digagas oleh Avnmedia.id, Hvsmedia.id, Arusbawah.co, dan Megapolitik.com. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui publikasi strategis yang mengangkat suara, potensi, dan cerita sukses pelaku UMKM serta bisnis menengah agar lebih dikenal luas oleh publik dan pemangku kepentingan.

Tag

MORE