ARUSBAWAH.CO - Di Kalimantan Timur, ada lima tahun ke belakang, ada beberapa deretan proyek tugu serta patung yang telah terbangun.
Terpantau, ada lima tugu dengan nilai miliaran rupiah berdiri di berbagai daerah, namun justru menuai kritik tajam dari masyarakat.
Tugu Bulan Sabit di Kutai Timur Disorot karena Bentuk Abstrak
Sorotan paling tajam tertuju pada Tugu Bulan Sabit di Bundaran Masjid Al-Faruq Bukit Pelangi, Sangatta, Kutai Timur (Kutim).
Dibangun dengan dana APBD Kutim tahun 2023 senilai Rp2,5 miliar, tugu ini diresmikan pada awal 2025. Anggaran itu membuat tugu ini menjadi tugu dengan anggaran terbesar, dibandingkan tugu dan patung lainnya yang ada di Bumi Etam.
Terbuat dari konstruksi baja merah bata dengan ornamen 99 Asmaul Husna, tugu ini sejatinya dimaksudkan menyerupai bulan sabit.
Namun wujudnya yang abstrak malah memicu perdebatan.
Banyak warga menyebut bentuknya mirip helm atau mulut hewan.
Kritik publik muncul karena nilai proyek yang fantastis dinilai tidak sebanding dengan hasil akhirnya.
- Pemprov Klaim Sudah TF Insentif ke Ribuan Guru Honorer, Dikirim ke Rekening Penerima 9 September 2025
- Diskualifikasi Edi Damansyah oleh MK Dibahas Bareng Akademisi, Terungkap Pula soal Istrinya yang Urung Maju!
- Tunjangan Perumahan DPRD Kaltim Rp30 Juta/Bulan, Warisan Era Awang Faroek, Isran, atau Pergub Baru Rudy Mas’ud?
Tugu Pesut Merah Muda Samarinda Viral karena Bentuknya Sulit Dimaknai
Tak kalah jadi bahan perbincangan, Tugu Pesut Merah Muda di Simpang Mall Lembuswana Samarinda.
Tugu setinggi 8 meter itu dibangun Dinas PUPR Samarinda pada 2024 lewat APBD senilai Rp1,1 miliar.
Terbuat dari rangka baja berlapis kabel plastik daur ulang, tugu ini dimaksudkan menggambarkan siluet Pesut Mahakam mamalia air tawar khas Sungai Mahakam yang terancam punah.
Namun, warga justru banyak yang mengeluhkan bentuknya yang sulit dimaknai.
Tugu Pesut Mahakam IV Dinilai Tak Ramah Lingkungan
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kaltim juga tak mau ketinggalan membangun ikon baru.
Tugu Pesut Mahakam IV berdiri megah di ujung Jembatan Mahakam IV, tepat di simpang Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang.
Tugu sepanjang 36 meter dengan lebar 7 meter ini dibangun pada akhir 2024 menggunakan dana APBD Kaltim sebesar Rp1,8 miliar, dan diresmikan pada 8 Januari 2025 oleh Pj Gubernur Akmal Malik.
Dikerjakan oleh seniman asal Bandung, John Martono, tugu ini dilapisi cat khusus anti karat empat lapis.
Namun, publik menilai penggunaan material plat galvanis yang memantulkan panas justru bertolak belakang dengan semangat ramah lingkungan.
Tugu ini juga sempat mengalami korsleting listrik yang membuat lampunya tidak menyala saat awal peresmian.
Tugu PKK Bontang Menuai Kekecewaan Warga
Dari Bontang, muncul pula Tugu PKK berbentuk tiga pilar bambu runcing dengan patung Burung Kuntul Perak setinggi 14 meter di Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Tanjung Laut.
Dikerjakan oleh Pemkot Bontang melalui Dinas PUPRK, proyek ini menelan dana sekitar Rp800 juta dari APBD 2024 dan rampung pada Desember 2024.
Sayangnya, hasil akhirnya menuai kekecewaan warga.
Patung burung tampak belum selesai, cat belang, dan beberapa bagian tugu masih terlihat rangka besi serta coran yang terkelupas.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, turut menyoroti kualitas pengerjaan yang jauh dari desain awal.
Meski menghabiskan waktu pengerjaan hingga tujuh bulan, hasilnya dianggap tak layak dan justru jadi bahan olok-olokan di media sosial.
Dua Patung Lembuswana di Samarinda Habiskan Rp1,9 Miliar
Yang terbaru, Pemerintah Provinsi Kaltim meresmikan dua Patung Lembuswana secara bersamaan pada Rabu, 10 September 2025.
Patung berbahan aluminium dengan pondasi batu gunung ini dibangun melalui skema hibah APBD Kaltim sejak 2023 hingga 2024.
Masing-masing berdiri di dua titik strategis, yakni Bundaran Stadion Utama Palaran dan kawasan Bandara APT Pranoto Samarinda.
Tugu di Palaran berdiri di lahan seluas 38 meter persegi dengan nilai kontrak sekitar Rp900 juta, sedangkan yang di Bandara APT Pranoto di atas lahan 78 meter persegi menelan anggaran sekitar Rp1 miliar.
Total biaya pembangunan dua tugu tersebut mencapai Rp1,9 miliar.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.
(wan)




