- pembiayaan,
- kurikulum,
- sarana dan prasarana,
- kualitas serta kesejahteraan tenaga pendidik,
- aksesibilitas.
Kelima faktor ini, kata dia, harus menjadi satu paket agar kualitas pendidikan Kaltim benar-benar meningkat.
PR Besar: SDM Lokal Masih Kalah Bersaing
Darlis juga menyoroti tantangan besar lain: kualitas SDM lokal yang masih jauh dari ideal.
Pertumbuhan penduduk Kaltim yang banyak didorong migrasi, hingga dominasi tenaga kerja dari luar daerah—terutama dalam industri sumber daya alam dan di kawasan IKN—menjadi alarm serius.
“Tenaga lokal kalah dengan pendatang, termasuk di IKN. Kami sudah kumpulkan para kepala desa di ring 1, dan keluhannya sama: warga mereka paling banter diterima jadi satpam,” tutupnya.
Dengan demikian, menurut Darlis, GratisPol bukan sekadar kebijakan populer, tetapi titik awal yang harus diperkuat agar pendidikan benar-benar menjadi investasi strategis bagi masa depan Kalimantan Timur. (adv)
Tag



