Arus Politik

Dari Jalanan ke Ruang Sidang, Sufyan Jufri Percaya Aktivis Tak Boleh Takut Masuk Politik

FOTO BERSAMA - Sufyan Jufri (kanan), anggota DPRD Balikpapan yang duduk di Komisi IV/ IG @sofyanjufripkb

Sebaliknya, Sufyan memandang aktivisme dan parlemen sebagai dua ruang yang saling melengkapi.

Jalanan tetap diperlukan untuk mengontrol kekuasaan, sementara lembaga legislatif menjadi tempat mengubah aspirasi menjadi kebijakan yang mengikat.

Bagi Sufyan Jufri, perjalanan dari aktivis menuju anggota DPRD bukanlah perpindahan arah perjuangan, melainkan perubahan ruang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Mantan aktivis PMII dan Forum Kota (Forkot) Samarinda itu meyakini pengalaman mendampingi warga, mengawal kebijakan, hingga menyuarakan aspirasi di jalanan menjadi bekal penting saat menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di parlemen.

"Kalau dulu kita menyampaikan aspirasi dari luar gedung dewan, sekarang kita memperjuangkannya dari dalam ruang sidang. Tujuannya tetap sama, berpihak kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Sufyan, anggapan bahwa aktivis akan kehilangan idealisme setelah masuk ke dunia politik tidak selalu benar.

Justru, kata dia, parlemen membutuhkan lebih banyak figur yang lahir dari gerakan masyarakat karena mereka telah terbiasa memahami persoalan publik secara langsung.

"Banyak contoh di Kalimantan. Teman-teman yang dulu sama-sama berangkat dari dunia aktivis, setelah menjadi anggota dewan tetap menjaga integritas dan kedekatan dengan masyarakat. Artinya, masuk ke parlemen bukan berarti meninggalkan idealisme. Justru idealisme itu bisa diperjuangkan melalui kebijakan," kata Sufyan. (sobizz/red)

 

Tag

MORE