Ia meyakini, ruang perjuangan seorang aktivis tidak berhenti di jalanan. Ketika memasuki parlemen, yang berubah hanyalah instrumennya.
"Kalau dulu menyampaikan aspirasi melalui aksi dan advokasi, sekarang perjuangannya lewat pembentukan perda, pembahasan anggaran, dan fungsi pengawasan. Tujuannya tetap sama, memperjuangkan kepentingan masyarakat," katanya.
Pandangan itu juga menjadi alasan mengapa belakangan ini Sofyan bersama PKB mulai aktif berdialog dengan kalangan aktivis muda di berbagai kesempatan.
Dalam forum kepemudaan, diskusi organisasi, hingga pertemuan komunitas, ia kerap mengajak mereka untuk tidak alergi terhadap politik praktis.
Menurutnya, masih banyak anak muda yang memiliki idealisme tinggi, tetapi enggan masuk ke dunia politik karena menganggap parlemen identik dengan kompromi kepentingan.
Padahal, kata Sufyan Jufri, perubahan tidak cukup hanya dilakukan dari luar sistem.
Ajak Aktivis Muda Berani Masuk Politik, Sofyan: Jangan Takut Berjuang di Ruang Negara
Demokrasi, menurut Sufyan Jufri, membutuhkan orang-orang yang pernah ditempa dalam gerakan sosial untuk hadir di ruang-ruang pengambilan keputusan.
"Saya sering menyampaikan kepada adik-adik aktivis, jangan takut berjuang di ruang negara. Jangan merasa kalau masuk politik berarti meninggalkan idealisme. Justru kalau orang-orang baik tidak mau masuk, lalu siapa yang akan membuat kebijakan?" ujarnya.
Pesan itu bukan ajakan meninggalkan gerakan masyarakat sipil.
Tag



